Efektivitas Prostaglandin F2? dalam Menginduksi Berahi, Non Return Rate dan Conception Rate pada Sapi Bali Anestrus Postpartum
Abstrak
Induksi birahi adalah salah satu teknologi dalam bidang reproduksi untuk mempercepat munculnya birahi pada ternak. Banyak cara yang dilakukan untuk induksi birahi, salah satu diantaranya adalah dengan pemberian prostaglandin F2?. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian PGF2? pada sapi bali anestrus postpartum dengan korpus luteum berfungsi dan berat badan berbeda dalam menginduksi munculnya birahi, non return rate dan conception rate setelah dilakukan inseminasi satu kali dan dua kali dengan interval 12 jam. Penelitian ini dilakukan menggunakan rancangan acak kelompok berdasarkan berat badan dan jumlah pelaksanaan inseminasi. Kelompok I (P1) adalah kelompok dengan berat badan kurang dari 250 kg dan mendapat satu kali inseminasi saat munculnya birahi, Kelompok II (P2) dengan berat badan kurang dari 250 kg dan mendapat dua kali inseminasi dengan interval 12 jam, kelompok III (P3) dengan berat badan diatas 250 kg dengan satu kali inseminasi dan kelompok IV (P4) dengan berat badan diatas 250 kg dan mendapat dua kali inseminasi dengan interval 12 jam. Analisis dan pengujian statistik dilakukan dengan analisis varian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian PGF2? menyebabkan munculnya estrus pada semua hewan coba dan tidak terdapat perbedaan yang signifikan (P>0,05) terhadap waktu munculnya birahi diantara keempat kelompok perlakuan, dan perlakuan inseminasi dua kali interval 12 jam juga tidak berpengaruh nyata terhadap peningkatan angka non return rate dan conception rate.
##plugins.generic.usageStats.downloads##
Referensi
Apriem F, Ihsan N, Poetro SB. 2012. Penampilan reproduksi sapi peranakan onggole berdasarkan paritas di Kota Probolinggo Jawa Timur. Tesis. Program Pascasarjana. Fakultas Peternakan. Universitas Brawijaya. Malang.
Alexander PABD, Abeygunawardena H, Perera BMHO, Abeygunawaedena IS. 1998. Reproduction performance and factor affecting the success rate of artificial insemination of cattle in up-county multiple farrn of Sri Lanka. Trop. Agric. Res. 356: 37t.
Bintara S. 2001. Manipulasi pola gelombang pertumbuhan folikel dengan human chorionic gonadothropin pada sapi madura. Buletin Peternakan. 25(1): 1-8.
Costa ND, Susilawati T, Isnaini N, Ihsan MN. 2016. The difference of artificial insemination succesful rate of ongole filial cattle using cold semen with different storage time with tris aminomethane egg yolk dilution agent. IOSR J. Pharm. 6(6): 13-19.
Girsh E, Greber Y, Meidan R, 1995. Luteotrophic and luteolytic interactions between bovine small and large luteal-like cells and endothelial cells. Biology of Reproduction. Vol. 52, 954-962
Hafez ESE. 2002. Reproduction in Farm Animals. 7th Ed. Lippincott William & Wilkins. A Wolter Kluwer Company.
Hafizuddin T, Siregar N, Akmal M, Melia J, Husnurrizal, Arman-syah T. 2012. Perbandingan intensitas berahi sapi aceh yang disinkronisasi dengan prostaglandin F2 alfa dan berahi alami. J. Kedokteran Hewan. 6(2): 81-83.
Hardjopranjoto HS. 1995. Ilmu Kemajiran pada Ternak. Airlangga University Press. Surabaya.
Laksmi DNDI, Trilaksana IGNB, Darmanta RJ, Drawan M, Bebas IW, Agustina KK. 2019. Correlation between body condition score and hormone level of Bali cattle with postpartum anestrus. Indian J. Anim. Res. 53(12): 1599-1603.
Milvae RA. 2000. Inter-relatonships between endothelin and prostaglandin F2 alpha in corpus luteum function. Rev. Reprod. 5(1): 1-5.
Melia J, Lefiana D, Siregar TN, Jalaluddin. 2013. Proses regresi corpus luteum sapi aceh yang disinkronisasi estrus menggunakan prostaglandin F2 alfa (PGF2α). J. Med. Vet. 7(1): 57-60.
Okuda K, Miyamoto Y, Skarzynski DJ. 2002. Regulation of endometrial prostaglandin F (2alfa) syntesis during luteolysis and early pregnancy in cattle. Domest. Anim. Endocrinol. 23(1-2): 255-264.
Partodihardjo S. 1980. Ilmu Reproduksi Hewan. Mutiara, Jakarta.
Rasad SD, Kuswaryan S, Sartika D, Salim R. 2008. Kajian pelaksanaan program inseminasi buatan sapi potong di Jawa Barat. Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran. Bandung.
Saili T, Baa LO, Napirah A, Syamsudin, Sura W, Lopulalan F. 2017. Pregnancy rate of bali cows following artificial insemination using chilled sexed sperm under intensive management in tropical area. Proc. The 7th International Seminar on Tropical Animal Production. Contribution of Livestock Production anf Food Severeignty in Tropical Countries. September 12-14 Yogjakarta. Indonesia. Pp. 738-742.
Siregar TN, Armansyah T, Sayuti A, Syafruddin. 2010. Tampilan reproduksi kambing betina lokal yang diinduksi berahinya dilakukan dengan system sinkronisasi cepat. J. Vet. 11(1): 30-35.
Tagama TR. 1995. Pengaruh hormon estrogen, progesteron dan prostaglandin f2α terhadap aktivitas berahi sapi PO dara. J. Ilmiah Penelitian Ternak Grati. 4(1): 7-11.
Toelihere MR. 1985. Fisiologi Reproduksi Pada Ternak. Penerbit Angkasa. Bandung.
VanDemark NL. 1961. Artificial insemination of cattle. J. Diary Sci. 44(12): 2314-2322.


