Intensitas Estrus Sapi Bali yang Mengalami Silent Heat
Abstrak
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui diameter folikel dan intensitas estrus pada sapi bali yang mengalami silent heat di kelompok ternak Sistem Pertanian Terpadu (SIPADU) di Kecamatan Mengwi Kabupaten Badung Provinsi Bali yang laksanakan pada bulan September – Oktober 2019. Sapi bali dikelompokan menjadi 2 (dua) kelompok yaitu yang mengalami silent heat dan yang mengalami estrus. Hasil penelitian menunjukkan rata – rata intensitas estrus kelompok sapi bali yang mengalami silent heat menunjukkan perbedaan yang bermakna (p<0,05) yaitu suhu vulva (37,68 + 0,32oC ), diameter vulva (27,64 + 4,28 mm), warna vulva (merah jambu, pembuluh perifer tidak terlihat) dan lendir vulva (tidak ada lendir sampai sedikit ada lendir), dibandingkan dengan kelompok sapi bali yang mengalami estrus yaitu suhu vulva (37,96 + 0,51oC), diameter vulva (31,19 + 5,66 mm), warna vulva (merah terang sampai merah tua dan percabangan pembuluh perifer terlihat jelas) dan lendir vulva (kental transparan menggantung). Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan antara itensitas estrus pada sapi bali yang mengalami silent heat dengan sapi bali yang menunjukkan estrus normal.
##plugins.generic.usageStats.downloads##
Referensi
Antara M, Sweken P. 2012. Kelayakan usaha pembibitan sapi bali di Desa Gerokgak, Kecamatan Gerokgak Kabupaten Buleleng, Bali. Proc. Seminar Nasional Peningkatan Produksi dan Kualitas Daging Sapi Bali Nasional. Denpasar 14 September 2012. Pp. 74-105.
Ardika IN, Warmadewi DA, Artiningsih RNM. 2012. Keragaman sifat produksi sapi bali di Nusa Penida sebagai sumber bibit sapi bali murni. Proc. Seminar Nasional Peningkatan Produksi dan Kualitas Daging Sapi Bali Nasional. Denpasar 14 September 2012. Pp. 246-255.
Besung INK, Watiniasih NL, Mahardika GNK, Agustina KK, Suwiti NK. 2019. Mineral levels of Bali cattle (Bos javanicus) from different types of land in Bali, Nusa Penida, and Sumbawa Islands (Indonesia). Biodiversitas. 20(10): 2931-2936.
Diskin MG, Mackey DR, Roche JF, Sreenan JM. 2003. Effects of nutrition and metabolic status on circulating hormones and ovarian follicle development in cattle. Anim. Reprod. Sci. 78. 345-370.
Frandson RD, Wilke WL, Fails AD. 2003. Anatomy and hysiology of Farm Animal. 7th Ed. Lippincott Williams and Wilkins. Philadelphia. Pp. 395-404.
Hafez ESE. 2000. Reproduction in farm animals. 7th Ed. Lippincott William & Wilkins. A Wolters Kluwer Company. Chapter 3, Pp. 33-35.
Hafizuddin, Tongku N, Siregar, Akmal M. 2012 Hormon dan peranannya dalam dinamika folikuler pada hewan domestik. Jurnal Edukasi dan Sains Biologi 1(1):21-24
Laksmi DNDI, Pemayun TGO, Damriyasa IM, Dharmawan NS. 2016. Administration of increases the of level of follicle stimulating hormone (FSH) and development of ovarium follicles in postpartum anestrus of bali cattle. Bali Med. J. 5(2): 69-73.
Laksmi DNDI, Trilaksana IGNB, Darmanta RJ, Drawan M, Bebas IW, Agustina KK. 2019. Correlation between body condition score and hormone level of Bali cattle with postpartum anestrus. Indian J. Anim. Res. 53(12): 1599-1603.
Listiani D. 2005. Pemberian PGF2α pada sapi peranakan ongole yang mengalami gangguan korpus luteum persisten. Skripsi. Universitas Diponegoro. Semarang.
Noseir WMB. 2003. Ovarian follicular activity and hormonal profile during estrous cycle in cows: the development of 2 versus 3 waves. Reprod. Biol. Endocrinol. 1: 50-55.
Pemayun TGO. 2010. Kadar Progesteron Akibat Pemberian PMSG Dan GN-RH Pada Sapi Perah Yang Mengalami Anestrus Postpartum. Buletin Veteriner. 2(2): 85-91.
Purwasih R, Seiatin ET, Samsudewa D. 2014. The effect of anredera cordifolia (Ten) steenis suplementation process evluated by oestrus post prtum behavior and ferning. J. Indonesian Tropi. Anim. Agric. 9(1) :17-22.
Ratri RD, Wahyuningsih, Widayati DT. 2011. Respon estrus pada kambing peranakan ettawa dengan body condition score 2 dan 3 terhadap kombinasi implant controlled internal drug release jangka pendek dengan injeksi prostaglandin f2 alpha. J. Kedokteran Hewan. 5(1): 11-16.
Saara CS, Clark SG, Knox RV, Tamassia MA. 2011. Vulvar Skin temperature changes significantly during estrus in swine as determined by digital infrared thermograph. J. Swine Health Prod. 19(3): 152.
Siswati E. 2014. Tampilan Birahi Sapi Peranakan Ongole dan Sapi Simmen-tal Peranakan Ongole Berdasarkan Gambaran Ferning Serviks dan Saliva di Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan. Skripsi. Fakultas Peternakan dan Pertanian. Universitas Diponegoro, Semarang.
Torres AM, Sanchez AG, Aguilar. 2012. Follicular development in domestic ruminants. Trop. Subtrop. Agroecosystems. 15(1): S147-S160.


