KINERJA SOSIAL LEMBAGA KEUANGAN MIKRO AGRIBISNIS (LKM-A) DI KECAMATAN DAWE, KABUPATEN KUDUS

  • Maqsul Mahsufah
  • Siwi Gayatri
  • Tutik Dalmiyatun
##plugins.pubIds.doi.readerDisplayName## https://doi.org/10.24843/SOCA.2019.v13.i03.p11

Abstrak

Kementerian Pertanian melalui program Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) diharapkan mampu mengurangi kemiskinan dan pengangguran di perdesaan melalui pengembangan Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKM-A). Peran LKM-A yaitu membantu memfasilitasi petani di perdesaan dalam memperoleh modal usaha untuk membiaya usaha agribisnisnya. Namun, dalam pelaksanaanya LKM-A masih belum mampu berkembang secara maksimal. Penelitian tentang kinerja sosial LKM-A bertujuan untuk menganalisis kinerja sosial, pendapatan usaha LKM-A dan hubungan antara kinerja sosial dengan pendapatan usaha LKM-A di Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 12 Februari – 5 April 2018 di Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode survei. Penentuan sampel menggunakan metode sensus dengan seluruh LKM-A yang ada di Kecamatan Dawe yang berjumlah 18 dijadikan sebagai obyek penelitian. Teknik analisis data menggunakan statistika non-parametrik korelasi Spearman. Kinerja sosial dianalisis menggunakan pendekatan MIX Market Social Performance Standart dengan mengambil 16 indikator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 16 indikator kinerja sosial hanya 3 indikator dalam kriteria sedikit berkembang (0-50%) yaitu indikator sumber modal, rasio peminjam perempuan dan rasio peminjam rumah tangga miskin. Pendapatan usaha LKM-A dalam kriteria tidak berkembang. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara variabel kinerja sosial dengan pendapatan usaha LKM-A.

##plugins.generic.usageStats.downloads##

##plugins.generic.usageStats.noStats##

Referensi

Arianto, D. A. N., S. Arifin, dan M. Imron. 2015. Kinerja pegawai lembaga keuangan mikro : motif pemberian insentif dan komparasi berbasis insentif. The 1st University Research Colloquium (URECOL), 152–160.
Arsyad, L. 2017. Lembaga Keuangan Mikro: Institusi, Kinerja dan Sustanabilitas. Yogyakarta: CV Andi Offset.
Hendar. 2014. Manajemen Perusahaan Koperasi. Jakarta: Erlangga.
Herwinarni dan W. Hariyanto. 2011. Kajian peran lembaga keuangan mikro agribisnis dalam pengembangan usaha agribisnis di perdesaan Kabupaten Wonosobo. Prosiding Semiloka Nasional Dukungan Agro-Inovasi untuk Pemberdayaan Petani, Kerjasama UNDIP, BPTP Jateng dan Pemprov Jateng. 33: 407–413. Semarang.
Indayani dan I. Ghozali. 2017. Struktur modal dan keberlangsungan lembaga keuangan mikro. J. Akuntansi dan Auditing Indonesia, 21(2): 81–94.
Kasmir. 2012. Bank dan Lembaga Keuangan Mikro Lainnya. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Kementerian Pertanian. 2010. Petunjuk Teknis Pemeringkatan (Rating) Gapoktan PUAP menuju LKM-A. Jakarta: Kementerian Pertanian.
Kementerian Pertanian. 2016. Pedoman Pemberdayaan dan Penguatan LKM-A Tahun Anggaran 2016. Jakarta: Kementerian Pertanian.
MIXMarket. 2009. Social Performance Standards Report. Diambil 17 April 2017, dari https://www.themix.org/publications/mix-microfinance-world/2010/07/social-performance-report
Mujiono. 2016. Eksistensi lembaga keuangan mikro dan dampaknya terhadap sosial ekonomi masyarakat Kabupaten Bengkalis. J. Inovasi dan Bisnis. 4(2): 156–171.
Philippus, A. Rifai, dan R. Yulida. 2014. Analisis kinerja sosial dan kinerja keuangan Lembaga Keuangan Mikro (LKM) Usaha Ekonomi Desa Simpan-Pinjam (UED-SP) Sejahtera Desa Teluk Merbau Kecamatan Dayun Kabupaten Siak. Jom. Faperta. 1(2): 1–14.
Rachmina, D. 2009. Fenomena kesetaraan gender dalam kredit. J. Agribisnis dan Ekonomi Pertanian. 3(1): 1–18.
Rasmi, A. K., A. Rifai, dan E. Tety. 2015. Analisis kinerja sosial dan kinerja keuangan Usaha Ekonomi Desa-Simpan Pinjam (UED-SP) Bina Sejahtera di Desa Sibabat Kecamatan Siberida Kabupaten Indragiri Hulu Provinsi Riau. Jom. Faperta. 2(1): 1–14.
Saleh, Y., C. Sugihono, dan V. W. Hanifah. 2013. Kinerja lembaga keuangan mikro agribisnis di Kabupaten Bantul Provinsi Yogyakarta. J. Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian. 16(3): 212–222.
Handoko, T.H. 2009. Manajemen. Yogyakarta: BPFE.
Wakarmamu, T. 2014. Eksistensi lembaga keuangan mikro dalam pembangunan ekonomi pedesaan. J. Kajian Ekonomi dan Studi Pembangunan. 1(3), 1–18.
Wulandari, N. M. M., M.A. Wahyuni, dan I. P. G. Diatmika. 2017. Pengaruh jumlah kredit, tingkat suku bunga kredit, risiko kredit dan tenaga kerja terhadap pendapatan pada Koperasi Kredit Swastiastu periode 2012-2015. e-journal S1 Akuntansi. 7(1), 1–11.
Diterbitkan
2019-12-31
##submission.howToCite##
MAHSUFAH, Maqsul; GAYATRI, Siwi; DALMIYATUN, Tutik. KINERJA SOSIAL LEMBAGA KEUANGAN MIKRO AGRIBISNIS (LKM-A) DI KECAMATAN DAWE, KABUPATEN KUDUS. SOCA: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian, [S.l.], v. 13, n. 3, p. 420-432, dec. 2019. ISSN 2615-6628. Tersedia pada: <http://103.29.196.112/index.php/soca/article/view/55283>. Tanggal Akses: 05 mar. 2026 doi: https://doi.org/10.24843/SOCA.2019.v13.i03.p11.

##plugins.generic.recommendByAuthor.heading##