ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI BUNGA MELATI (Jasminum sambac) DI KABUPATEN BATANG PROVINSI JAWA TENGAH
Abstrak
Bunga melati termasuk jenis tanaman florikultura dengan warna kelopak putih dan memiliki aroma yang sangat harum. Bunga melati banyak dimanfaatkan untuk kegiatan yang berkaitan dengan adat istiadat maupun sebagai bahan baku industri. Penggunan bunga melati semakin mengalami penurunan karena banyak industri lebih memilih menggunakan essence bunga melati. Harga jual bunga melati cenderung mudah mengalami fluktuasi karena produksi bunga melati ditentukan oleh musim dan permintaan pada peringatan hari raya serta upacara adat tertentu. Tujuan penelitian adalah menganalisis tentang pendapatan yang diterima petani bunga melati dan menganalisis adanya faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pendapatan usahatani bunga melati. Penelitian di laksanakan pada bulan September 2018 di Kecamatan Batang dan Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang. Metode penelitian menggunakan metode survei dan metode pengumpulan data melalui wawancara. Metode untuk mengambil sampel dengan menggunakan teknik Slovin, penentuan jumlah responden dari masing-masing kecamatan menggunaka alokasi proporsional. Metode analisis data menggunakan analisis pendapatan, uji dengan model regresi linier berganda dan uji beda dengan one sample t test. Hasil penelitian menunjukan pendapatan petani bunga melati sebesar Rp 3.330.909,-/0,51 ha/bulan. Hasil analisis one sample t test menunjukan pendapatan petani lebih besar dibandingkan Upah Minimum Kabupaten (UMK). Faktor biaya bibit, biaya tenaga kerja, biaya pestisida, biaya pupuk, dan harga jual berpengaruh secara simultan maupun parsial pada pendapatan yang diterima petani bunga melati di Kabupaten Batang.
##plugins.generic.usageStats.downloads##
Referensi
Bahrun (2016) “Budidaya dan Keuntungan Petani Padi ( Oryza sativa L) Di Desa Kiram Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan,” Ziraa’ah, 41(3), hal. 310–316.
Fitriza, Y. T., Haryadi, F. T. dan Syahlani, S. P. (2012) “Analisis Pendapatan Dan Persepsi Peternak Plasma Terhadap Kontrak Perjanjian Pola Kemitraan Ayam Pedaging Di Propinsi Lampung,” Buletin Peternakan, 36(1), hal. 57–65.
Handriatni, A. (2008) “Budidaya Tanaman Melati Di Wilayah Pesisir dengan Bahan Organik: Sarana Pembelajaran Ekologi,” Cakrawala Pendidikan, 1, hal. 95–104.
Hayati, M. dan Sugiarti, T. (2009) “Prospek Agribisnis Tanaman Melati Dan Peran Wanita Madura,” Embryo, 6(1), hal. 47–56.
Ismawati, U. (2015) “Meningkatkan Daya Saing Florikultura Menyongsong MEA.” Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Pontianak. Tersedia pada: https://pertanian.pontianakkota.go.id/artikel/35-meningkatkan-daya-saing-florikultura-menyongsong-mea.html.
Nugroho, J. (2013) “Analisis Usahatani Padi organik di Kecamatan Mojogedang Kabupaten Karanganyar.” Perpustakaan.Uns.Ac.Id Digilib.Uns.Ac.Id.
Pratomo, A. G. dan Andri, K. B. (2013) “Aspek Sosial Ekonomi dan Potensi Agribisnis Bunga Krisan di Kabupaten Pasuruan JawaTimur,” Hortikultura Indonesia, 4(2), hal. 70–76.
Putri, E. A., Suwandari, A. dan Ridjal, J. A. (2015) “Analisis Pendapatan dan Efisiensi Biaya Usahatani Tembakau Maesan 2 di Kabupaten Bondowoso,” Journal of Social and Agricultural Economics, 8(1), hal. 64–69.
Semuel, H. (2005) “Respons Lingkungan Berbelanja Sebagai Stimulus Pembelian Tidak Terencana pada Toko Serba Ada (Toserba) (Studi Kasus Carrefour Surabaya),” Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan, 7(2), hal. 152–170.
Setiawan, N. (2007) “Penentuan ukuran sampel memakai rumus Slovin dan tabel Krejcie Morgan.” Universitas Padjajaran, hal. 1–17.
Suhirman dan Yusup, J. (2017) “Analisis Pendapatan Usaha Tani Tembakau (Nicotiana tabacum L) Studi kasus di Desa Palon, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, Provinsi Jawa Tengah,” Universitas Bojonegoro, hal. 1–9.
Sundari, M. (2011) “Analisis Biaya Dan Pendapatan Usaha Tani Wortel Di Kabupaten Karanganyar,” Jurnal SEPA, 7(2), hal. 119–126.
Supriyadi, A., Wahyuningsih, S. dan Awami, S. N. (2014) “ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI KOPI (Coffea sp) RAKYAT DI KECAMATAN LIMBANGAN KABUPATEN KENDAL,” Mediaagro, 10(1), hal. 1–13.
Susanto, J. N. (2013) “Pengaruh persepsi pelayanan aparat pajak, persepsi pengetahuan wajib pajak, dan persepsi pengetahuan korupsi terhadap kepatuhan,” Calyptra: Jurnal Ilmiah mahasiswa Universitas Surabaya, 2(1), hal. 1–17.
Tarigan, H. K. (2018) “Profil Agribisnis Melati di Indonesia.” Direktorat Jendral Hortikultura Kementrian Pertanian. Tersedia pada: http://hortikultura.pertanian.go.id/?p=2404.
Widywati, G., Solichatun, S. dan Marliyana, S. D. (2018) “The effect of naftalene acetic acid (NAA) on growth and essential oil contents of jasmine callus (Jasminum sambac (L.) Ait.),” Biofarmasi Journal of Natural Product Biochemistry, 4(2), hal. 41–44.








