DIVERSITY OF BIRD SPECIES IN THE NUSA DUA LAGOON AREA, BADUNG, BALI
Abstrak
Kawasan Lagoon Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) merupakan instalasi pengelolaan limbah perhotelan yang berada di kawasan pariwisata Nusa Dua, terletak di bagian selatan Pulau Bali dan dikelilingi hutan mangrove. Instalasi ini terdiri dari lima kolam utama, pada kolam 2B dan 3 diisi dengan ikan mujair sebagai bioindikator yang menyebabkan berbagai jenis burung menjadikan kawasan ini sebagai tempat untuk mencari makan ataupun untuk aktivitas lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan aktivitas serta indeks keanekaragaman burung di kawasan Lagoon. Penelitian ini dilakukan dari bulan Januari sampai dengan Februari 2022. Pengamatan dilakukan pada pagi dan sore hari dengan enam titik hitung. Jenis burung yang dijumpai dicatat dengan menggunakan metode pencatatan sepuluh jenis. Identifikasi jenis dilakukan menggunakan buku panduan dari Mackinnon (2010). Alat yang digunakan pada penelitian ini adalah binokuler, kamera DSLR dengan lensa 70-300 mm dan buku panduan lapangan Mackinnon. Data yang didapat dianalisis menggunakan Microsoft excel. Pada Kawasan ini ditemukan sebanyak 45 jenis burung dengan 6 jenis yang dilindungi. Aktivitas burung yang teramati pada kawasan ini diantaranya terbang melintas, merawat diri, mencari bahan sarang dan mencari makan. Aktivitas mencari makan adalah aktivitas yang paling banyak dilakukan pada Kawasan Lagoon. Indeks keanekaragaman burung di Kawasan Lagoon ITDC Nusa Dua, Bali adalah sebesar 3,10977 termasuk kategori keanekaragaman tinggi, indeks kemerataan adalah 0,81 yang dapat dikatakan hampir merata dan indeks dominansi sebesar 0,087066 yang menunjukkan tidak ada spesies dominan. Persentase penggunaan tajuk paling banyak teramati pada bagian lantai hutan atau batang sebesar 32,01%, dan paling sedikit di bagian tajuk bawah 15,10%.
##plugins.generic.usageStats.downloads##
Referensi
Bahtiar, D. H., R. Susanti dan M. Rahayuningsih. 2014. Keanekaragaman Jenis Ektoparasit Burung Paruh Bengkok famili Psittacidae di Taman Margasatwa Semarang. Unnes Journal of Life Sciences. 3(2). 139-147.
Endah, G. P dan R. Partasasmita. 2015. Keanekaragaman Jenis Burung di Taman Kota Bandung Jawa Barat. Prosding Seminar Nasionas Masyarakat Biodiversitas Indonesitas. 1(6). 1289-1294.
IUCN. 2022. The IUCN Red List of Threatened Species. Version 2021-3. Available at : http://www.iucnredlist.org. Opened: may 2 2022.
Kaban, A. 2013. Keanekaragaman Jenis Burung pada Beberapa Tipe Tegakan di Hutan Pendidikan Gunung Walat, Sukabumi, Jawa Barat. Skripsi. Fakultas Kehutanan IPB. Bogor.
Lekipiou, P. dan L. H. Nanlohy. 2018. Kelimpahan dan Keanekaragaman Jenis Burung di Hutan Mangrove Kampus Yenanas Kecamatan Raja Ampat. Jurnal Median. 10(2). 12-27.
Novarino, W., A. Salsabila dan Jarulis. 2002. Struktur Komunitas Burung Lapisan Bawah pada Daerah Pinggiran Hutan Sekunder Dataran Rendah Sumatera Barat. Jurnal Zoo Indonesia. (29). 51-58.
Paramita, E. C., S. Kuntjono dan R. Ambarwati. 2015. Keanekaragaman dan Kelimpahan Jenis Burung di Kawasan Mangrove Center Tuban. Lentera Biologi. 4(3). 161-167.
Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia No.P.106/Menlhk/Setjen/Kum.1/12/2018, tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Yang dilindungi.
Purwodidodo. 2015. Studi Keanekaragaman Hayati Kupu-Kupu (SUB Ordo Rhopalocera dan Peranan Ekologisnya di Area Hutan Lindung Kaki Gunung Prau Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Skripsi. Jurusan Ilmu Pendidikan Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Walisongo.
Tungka R. S. 2008. Keanekargaman Jenis Burung di Kawasan Hutan Mangrove Desa Labuan Kecamatan Lage Kabupaten Poso. Skripsi. Fakultas Kehutanan Universitas Tadulako. Palu.
Yayuk, W., 2013. Keanekaragaman Jenis Burung Diural dalam Kawasan Cagar Alam Mandor Kabupaten Landak.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.



