KUALITAS DAGING ITIK BALI BETINA YANG DIBERI RANSUM MENGANDUNG TEPUNG DAUN PEPAYA TERFERMENTASI
Abstrak
Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh tepung daun pepaya terfermentasi dalam ransum ter- hadap kualitas daging itik betina. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dan 5 ulangan, setiap ulangan menggunakan 2 ekor itik bali betina umur 12 minggu. Ketiga perlakuan tersebut adalah level tepung daun pepaya terfermentasi dalam ransum yaitu: 0%, 8% dan 16% masing-masing untuk perlakuan A, B dan C. Variabel yang diamati adalah susut masak, daya ikat air, pH, kadar air, kadar protein, kadar lemak dan kadar abu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air, susut masak dan pH pada perlakuan A, B dan C berbeda tidak nyata (P>0,05). Susut mentah pada perlakuan B nyata (P <0,05) lebih tinggi, tetapi daya ikat air pada perlakuan B nyata (P<0,05) lebih rendah dari perlakuan A dan C. Kadar protein daging pada perlakuan C nyata (P<0,05) lebih tinggi, tetapi kadar lemak daging pada perlakuan C nyata (P<0,05) lebih rendah dibanding- kan dengan perlakuan A dan B. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan tepung daun pepaya terfermentasi pada level 8%-16% dalam ransum dapat meningkatkan kualitas daging itik betina umur 26 minggu.



