IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK KUALITATIF DAN MORFOMETRIK ITIK KERINCI UMUR 4 BULAN
Abstrak
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik kualitatif, dan morfometrik itik Kerinci jantan dan betina umur 4 bulan. Materi penelitian ini adalah 72 ekor itik Kerinci yang terdiri dari 36 ekor jantan dan 36 ekor betina. Metode yang digunakan yaitu metode eksperimen. Data karakterisitik kuantitatif ukuran-ukuran tubuh dianalisis menggunakan uji beda rata-rata (uji-t). Analisis Komponen Utama (AKU) digunakan sabagai pengidentifikasi pen- ciri ukuran tubuh dan bentuk tubuh pada itik Kerinci jantan dan itik Kerinci betina. Pengolahan data menggunakan perangkat lunak statistika Minitab versi 18. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan karakteristik kualitatif pada itik Kerinci jantan dan betina yaitu warna bulu kepala, leher, dada dan ekor. Ukuran-ukuran tubuh itik Kerinci jantan berbeda nyata (P<0,05) lebih tinggi dibanding itik Kerinci betina. Kesimpulan, karakteristik kualitatif itik Kerinci jantan dan betina dapat dibedakan pada warna bulu leher, bulu dada, bulu ekor dan kepala. Pada itik Kerinci jantan ditemukan adanya perbedaan dengan keputusan menteri yaitu pada warna bulu leher. Itik Kerinci jantan memiliki ukuran tubuh lebih tinggi dari pada itik Kerinci betina. Penciri ukuran tubuh pada itik Ke- rinci jantan dan betina adalah lingkar dada serta penciri bentuk tubuh yaitu panjang tibia pada jantan dan panjang femur pada betina.
##plugins.generic.usageStats.downloads##
Referensi
Arlina, F., S. Husmaini, R. Rhoudha, W.R. Sardi, dan T. Rafian. 2021. Keragaman fenotipe kualitatif dan kuantitatif Itik Sikumbang Jonti sebagai plasma nutfah di Sumatera Barat. Jurnal Ilmu Peternakan.
11(3):291-299
Gaspersz, V. 2006. Teknik Analisis dalam Penelitian
Percobaan. Penerbit Tarsito. Bandung.
Irmaya, D., Depison, and Gushariyanto. 2020. Quanti- tative characteristic of Indonesia native chickens at the age of 4 months. J. Livest. Anim. Res. 19(1):108-
119.
Lukmanudin, M., C. Sumantri, dan S. Darwati. 2018.
Ukuran tubuh ayam lokal silangan ipb d-1 ge- nerasi kelima umur 2 sampai 12 minggu. Jurnal Ilmu Produksi dan Teknologi Hasil Peternakan. 10(2):113-120.
Mariandayani, H.N., D.D. Solihin, S. Sulandari, dan C. Sumantri. 2013. Keragaman fenotipik dan penduga- an jarak genetik pada ayam lokal dan ayam broiler menggunakan analisis morfologi. Jurnal Veteriner. 14(4):475-484.
Matitaputty. P.R. dan H. Bansi. 2018. Upaya peningkatan produktivitas itik petelur secara intensif dan pem- berian pakan berbahan lokal di Maluku. 7(2):1-8.
Milas, E.S.S., J.L.P. Saerang, L.J. Lambey, dan B.J. Takaendengan. 2020. Karakteristik fenotipe bebe- rapa sifat kuantitatif ayam kampung di Minahasa. Zootec. 40(2):603-614.
Okatama, M.S., S. Maylinda, dan V.M.A. Nurgiartining- sih. 2018. Hubungan bobot telur dan indeks telur dengan bobot tetas Itik Dabung di Kabupaten Bang- kalan. Jurnal Ternak Tropika. 19(1):1-8.
Putri, A.B.S.R.N. dan G. Depison. 2020. Bobot badan dan karakteristik morfometrik beberapa galur ayam lokal. Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis. 7(3):256-263.
Sada, Y.J., I.U. Warsono, dan A.G. Murwanto. 2018. Sifat kualitatif, morfometrik, dan karkas burung ayaman (Gallirallus phillippensis) di Kampung Macuan Distrik Masni Kabupaten Manokwari. Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis. 8(1):19–26.
Sari, L.M., R.R. Noor, P.S. Hadjosworo, dan C. Nisa. 2012. Kajian karakteristik biologis Itik Pegagan Sumatera Selatan. Jurnal Lahan Supoptimal. 1(2):170-176.
Sitanggang, E.N., Hasnudi, dan Hamdan. 2016. Ke- ragaman sifat kualitatif dan morfometrik antara Ayam Kampung, Ayam Bangkok, Ayam Katai, Ayam Birma, Ayam Bagon dan Magon di Medan. Jurnal Peternakan Integratif. 3:167–189.
Suryana. 2013. Pemanfaatan keragaman genetik untuk meningkatkan produktivitas Itik Alabio. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Badan Litbang Per- tanian. 32(3):100-111.
Suryawan. 2017. Pengembangan Ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) di Kalimantan Selatan. Warta- zoa. 27(1):45-52.



