From Agama Hindu Bali to Agama Hindu: Two styles of argumentation
Abstrak
Tulisan ini mencoba membandingkan dua gaya argumentasi yang berbeda, yang disusun oleh orang Bali saat titik balik penting identitas religius mereka. Yang pertama, yang ditetapkan pada tahun 1920-an, ketika para intelektual Bali mulai menilai dasar “Kebalian” mereka, dengan membandingkan argumentasi Bali Adnjana (1924-1930) dengan Surya Kanta (1925-1957), dengan memusatkan perhatian pada penggunaan dialog sebagai perangkat retoris oleh Tjakra Tanaja, redaktur Bali Adnjana. Yang kedua terjadi pada tahun 1960-an, setelah para pemimpin Bali berhasil membuat agama mereka diakui secara resmi oleh Kementerian Agama di Indonesia, dengan syarat tidak lagi menjadi milik mereka secara eksklusif. Ini menguraikan Upade?a Tentang Ajaran-Ajaran Agama Hindu, ajaran Hindu yang disusun oleh Parisada Hindu Dharma pada tahun 1967, yang berisi dogmatik Agama Hindu - Panca Çraddha - telah sepenuhnya digambarkan pada tahun 1964. Sementara Upade?a juga dipresentasikan dalam bentuk dialog antara guru ??i Dharmak?rti dan muridnya Sang Suya?a, argumentasi mereka yang berbeda dengan yang digunakan di Bali Adnjana.
##plugins.generic.usageStats.downloads##

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.