Kepeloporan kewirausahaan memandu pendakian daya tarik wisata Gunung Agung, Karangasem, Bali

  • I Gede Mudana Politeknik Negeri Bali
  • I Ketut Sutama Politeknik Negeri Bali
  • Cokorda Istri Sri Widhari Politeknik Negeri Bali
##plugins.pubIds.doi.readerDisplayName## https://doi.org/10.24843/JKB.2017.v07.i02.p02

Abstrak

Mengalami letusan besarnya yang terakhir tahun 1963, Gunung Agung di Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem yang merupakan gunung tertinggi di Bali mulai dikunjungi wisatawan pendaki sejak 1980-an. Sejak 1990-an terutama 2000-an, muncul inisiatif sejumlah anggota masyarakat di sekitarnya untuk melayani para wisatawan pendaki menjelajahi gunung berapi tersebut. Studi ini menggunakan teknik analisis data kualitatif. Hasil studi menunjukkan bahwa Gunung Agung dianggap menarik oleh para wisatawan pendaki bukan saja karena keindahan eksotik dan tantangan tingkat kesulitan (serta tingkat kebahayaan) untuk menaklukannya, tetapi juga karena gunung ini menyimpan mitos-mitos tertentu dari statusnya sebagai gunung yang disucikan oleh masyarakat Bali pemeluk Hindu. Praktik-praktik kewirausahaan masyarakat Desa Selat pun muncul tidak saja untuk melayani pendakian sebagaimana umumnya melainkan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dan keselamatan wisatawan pendaki dengan banyaknya pantangan-pantangan yang ada terkait pendakian.

##plugins.generic.usageStats.downloads##

##plugins.generic.usageStats.noStats##
Diterbitkan
2017-10-31
##submission.howToCite##
MUDANA, I Gede; SUTAMA, I Ketut; WIDHARI, Cokorda Istri Sri. Kepeloporan kewirausahaan memandu pendakian daya tarik wisata Gunung Agung, Karangasem, Bali. Jurnal Kajian Bali (Journal of Bali Studies), [S.l.], v. 7, n. 2, p. 19-38, oct. 2017. ISSN 2580-0698. Tersedia pada: <http://103.29.196.112/index.php/kajianbali/article/view/35152>. Tanggal Akses: 04 mar. 2026 doi: https://doi.org/10.24843/JKB.2017.v07.i02.p02.