PEMERIKSAAN WAKTU REAKSI VISUAL DAN SOSIALISASI PERILAKU SEDENTARI PADA SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI 2 SUMERTA DENPASAR TIMUR

  • N. K.A.J. Antari
  • M.H.S. Nugraha
  • I.M.N. Winaya
  • A.A.N.T.N. Dewi
  • N.L.N. Andayani
##plugins.pubIds.doi.readerDisplayName## https://doi.org/10.24843/BUM.2022.v21.i04.p15

Abstrak

Kebiasaan dari kurangnya melakukan aktivitas sehari hari sering dikategorikan sebagai perilaku sedentari yang mana perilaku sedentari ini dikatakan memberikan dampak buruk bagi anak. Salah satu dampak yang muncul dari aktivitas sedentari adalah menurunnya waktu reaksi anak. Waktu reaksi diartikan sebagai waktu yang dibutuhkan untuk munculnya suatu respon yang diinginkan dari mulai diterimanya stimulus hingga. Kecepatan reaksi visual dikatkan dengan kecepatan anak dalam membaca, yang diawali dari input sensoris dalam bentuk huruf dilanjutkan dengan mengintepretasikan input visual tersebut hingga terbentuk sebuah respon berupa pengucapan bentuk huruf dengan tepat. Tujuan dari pelaksanaan pengabdian ini adalah untuk memberika sosialisasi dampak perilaku sedentari dan pemeriksaan waktu reaksi visual pada anak sekolah dasar. Target khusus yang ingin dicapai dari kegiatan ini adalah dengan mengetahui dampak dari perilaku sedentari diharapkan orang tua dan pihak sekolah memberikan kegiatan berupa aktivitas fisik yang juga dapat melatih waktu reaksi anak. Berdasarkan pengabdian masyarakat yang telah dilakukan, didapatkan hasil sebagai berikut: (1) Sampel mengikuti pengabdian ini berjumlah 71 orang yang terdiri atas siswa kelas 4 sejumlah 24, siswa kelas 5 sejumlah 17 dansiswa kelas 6 sejumlah 30, (2) Siswa kelas 4 memiliki nilai rata-rata kecepatan waktu reaksi sebesar 533,83ms. Siswa kelas 5 memiliki nilai rata-rata kecepatan waktu reaksi sebesar 513,36ms. Siswa kelas 6 memiliki nilai rata-rata kecepatan waktu reaksi sebesar 492,77ms.


Kata kunci : sosialisasi, perilaku sedentary, waktu reaksi visual

##plugins.generic.usageStats.downloads##

##plugins.generic.usageStats.noStats##

Referensi

Choon, Wei Ngo., Hui, Ying Loh., Gee, Anne Choo., Rammiya, Vellasamy., Mogaratnam, Anparasan., 2015. Influence of Body Mass Index on Visual Reac- tion Time. Brithish Journal of Medicine Medical Re-search, 10(3), pp. 1-8.
Harahap, H. and Cahyo, K.N., 2013. Pola Aktivitas Fisik Anak Usia 6, 0–12, 9 Tahun di Indonesia. Gizi Indonesia, 36(2), pp.99-108.
Hultsch, D., Macdonald, S. & Dixon, R., 2002. The variability in a reaction time performance and in younger and older adults. J Gerontol, II(101), p. se-ries B57.
Kementrian Kesehatan RI. Riset Kesehatan Dasar. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI; 2013
NANDA, 2018. Nursing Diagnoses: Definition and Classification 2018-2020 Eleventh E. T. H. Herdman & S. Kamitsuru, eds., New York: Thieme.
Nikam, L. & Gadkari, J., 2012. effect of age, gender and body mass index on visual and auditory reaction time in Indian population. Indian J Physiol Pharmacol, 56(1), p. 9.
Riset Kesehatan Dasar Kementrian Kesehatan RI. 2013. Riskesdas 2013. Tersedia http://www.depkes.go.id/resources/download/general/Hasil%20Riskesdas %202013.pdf (diakses tanggal 7 November 2020)
WHO.nPhysicalIActivity.n2016.nAvailableIat:nhttp://www.who.int/topics/physical_activity/en/.n[Accessedi25iDesember 2021]
WHO. 2011. IMAI-Participants Manual-one day orientation on Adolescents Living with HIV. Communication.
Zhu, W. & Owen, N., 2017. Sedentary Behavior and Health: concepts, assessments, and interventions, United States of America: Human Kinetics.
Diterbitkan
2023-01-19
##submission.howToCite##
K.A.J. ANTARI, N. et al. PEMERIKSAAN WAKTU REAKSI VISUAL DAN SOSIALISASI PERILAKU SEDENTARI PADA SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI 2 SUMERTA DENPASAR TIMUR. Buletin Udayana Mengabdi, [S.l.], v. 21, n. 4, p. 374-379, jan. 2023. ISSN 2654-9964. Tersedia pada: <http://103.29.196.112/index.php/jum/article/view/93333>. Tanggal Akses: 04 mar. 2026 doi: https://doi.org/10.24843/BUM.2022.v21.i04.p15.