DISABILITY ART EXPRESSION SEBAGAI WADAH KREATIVITAS DAN UPAYA MENGEMBANGKAN MOTORIK ANAK DISABILITAS DI PUSAT KEGIATAN BELAJAR MASYARAKAT WIDYA GUPTA
Abstrak
Penyandang disabilitas merupakan orang dengan keterbatasan diri, baik itu fisik, intelektual, motorik, sensorik, maupun mental dalam jangka waktu yang lama serta dapat mengalami hambatan dalam bersosialisasi atau berinteraksi dengan lingkungan dan warga negara lainnya. Hal tersebut akan tentunya berdampak buruk pada motivasi dan konsep diri yang dimiliki oleh penyandang disabilitas. Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Widya Gupta merupakan salah satu sekolah di Bali yang diperuntukan untuk mendidik anak berkebutuhan khusus, terutamanya tunagrahita. Namun, masih banyak ditemukan kendala-kendala selama proses pembelajaran berlangsung. Salah satunya adalah kurangnya kegiatan yang dapat mengasah kreatifitas dan mengembangkan kemampuan saraf motorik anak. Disability Art Expression yang meruapakan kegiatan kegiatan drama musikal tradisional dan melukis totebag dapat membantu mengatasi permasalahan tersebut.
Kata kunci: Disabilitas tunagrahita, pusat kegiatan belajar masyarakat Widya Gupta, disability art expression, permainan tradisional, drama musikal tradisional
##plugins.generic.usageStats.downloads##
Referensi
Handayani, K., Dantes, N., dan Lasmawan, W. (2013). Penerapan permainan tradisional meong-meongan Untuk perkembangan sikap sosial anak kelompok b Taman kanak-kanak astiti dharma penatih denpasar, Journal Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha. Vol. 3, No. 1. pp: 2-3.
Hidayati, I.W. dan Marfu’a, N. (2018). Pentas Seni Luar Biasa sebagai Ajang Motivasi dan Kreasi Siswa Difabel. The 18th University Research Colloquium. Hal 132-38
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI). (2019). Disabilitas. http://p2ptm.kemkes.go.id/kegiatan-p2ptm/pusat-/hari-disabilitas-internasional-tahun-2019-indonesia-inklusi-disabilitas-unggul
Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA). (2019). Suara Anak Penyandang Disabilitas. URL: https://www.kemenpppa.go.id/index.php/page/read/30/2100/suara- anak%20penyandang-disabilitas. Diakses tanggal 10 Mei 2020
Oedjoe, M.R. dan Bung, B.N. (2016). Meningkatkan kemampuan motorik kasar melalui permainan tradisional “sikodoka” bagi anak usia dini berlatar belakang tuna grahita. Jurnal Ilmiah VISI PPTK PAUDNI. Vol. 11, No. 2.
Pusat Data dan Informasi Kementrian Kesehatan RI. (2019). Disabilitas. Diunduh dari: https://www.kemkes.go.id/download.php?file=download/pusdatin/nf%20o datin/infodatin-disabilitas.pdf. Diakses tanggal 10 Mei 2020.
Sukamti, E.R. (2018). Perkembangan Motorik. Yogyakarta: UNY Press
Tyagita, N.D. (2018). Hubungan derajat retardasi mental dengan kemandirian Personal Hygiene Menstruasi di SLB C Kabupaten Sukoharjo. Program Studi Sarjana Keperawatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Aisyiyah
WHO dan World Bank. (2011). World report on disability. WHO, Geneva. Diunduh dari: https://www.who.int/disabilities/world_report/2011/report.pdf. Diakses tanggal 10 Mei 2020

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.