Penentuan Umur Simpan Produk Whitening Mask Powder Dengan Metode Accelerated Shelflife Testing Mode Labuza
Abstrak
Umur simpan merupakan jarak waktu pada saat produk dikemas ataupun diproduksi hingga saat produk masih tetap aman untuk digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik isotermis sorpsi air (ISA) dari produk whitening mask powder dan untuk menenetukan umur simpan dari produk. Pelaksanaan penelitian dalam penentuan umur simpan ditentukan melalui 2 tahap yaitu penentuan karakteristik isotermis sorpsi air (ISA) dan penentuan estimasi umur simpan dengan Metode Accelerated Shelf Life Testing (ASLT) Model Labuza. Adapun parameter yang digunakan dalam perhitungan Model labuza yaitu kadar air kesetimbangan (me), kadar air awal (mi), kadar air kritis (mc), permeabilitas uap air (k/x), luas penampang kemasan (A), berat produk, tekanan uap jenuh (Po), kemiringan kurva (b). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Karakteristik kurva isotermis sorpsi air produk whitening mask powder adalah tipe II atau sigmoid dan umur simpan produk whitening mask powder yaitu produk yang dikemas sebanyak 100g menggunakan kemasan polipropilena dengan ketebalan 0.03 mm dan luas penampang kemasan 13 cm x 9.5 cm mendapatkan estimasi umur simpan selama 63.27 hari (2.1 bulan), sedangkan untuk produk yang dikemas 100 g menggunakan kemasan polietilena ketebalan 0.13 mm dan luas penampang kemasan 13cm x 9.5 cm mendapatkan estimasi umur simpan selama 275 hari (9.16 bulan).
##plugins.generic.usageStats.downloads##
Referensi
Alfiyani, N. 2018. Penetapan parameter kurva isa dalam penentuan umur simpan produk pangan kering metode kadar air kritis. Disertasi diterbitkan oleh Institut Pertanian Bogor.
Anggreni, A. A. M. D., Antara, N. S., Wrasiati, L. P., dan Gunam, I. B. W. 2021. Determination of the shelf life of microencapsulated extract of microalgae Nannochloropsis sp with accelerated shelf life testing method. Annals of the Romanian Society for cell Biology, 2323-2331.
Budijanto, S., Sitanggang, A. B., Silalahi, B. E., dan Murdiati, W. 2010. Penentuan umur simpan seasoning menggunakan metode accelerated shelf-life testing ( ASLT ) dengan pendekatan kadar air kritis. Jurnal Teknologi Pertanian, 11(2), 71–77.
Fitriani, P. P. E., Wijaya, I. M. A. S., dan Gunam, I. B. W. 2015. Pendugaan masa kadaluarsa ubi kayu (Manihot esculenta Crantz) instan pada beberapa bahan kemasan. Media Ilmiah Teknologi Pangan, 2(1), 58–68.
Hadiati, N., dan Rohmayanti, T. 2022. Penggunaan kemasan plastik polietilen biodegradable. Jurnal Ilmu Dan Teknologi Pangan, 8(2), 83–92
Hartanto, B. D., Sorption, W., Characteristics, I., & Seed, S. 2019. Karakteristik isoterm sorpsi air tepung biji saga. Jurnal Pendidikan Penabur, 03(32), 61–73.
Labuza, T. P. 1982. Shelf life dating of foods. Food and Nutrition Press, West Port.
Mustafidah, C., dan Widjanarko, S. B. 2015. Umur simpan minuman serbuk berserat dari tepung porang (Amorpophallus oncophillus) dan karagenan melalui pendekatan kadar air kritis. Jurnal Pangan Dan Agroindustri, 3(2), 650–660.
Putri, O. F. 2017. Umur simpan bubuk petai (Parkia speciosa) mentah dan kukus yang dikemas dengan plastik polipropilen (PP) dan polietilen (PE). Disertasi diterbitkan oleh Universitas Gadjah Mada.
Rahayu, W. P., Arpah, M., dan Diah, E. 2005. Penentuan waktu kadaluarsa dan model sorpsi isotermis biji dan bubuk lada hitam (Piper ningrum L.). Jurnal Teknologi dan Industri Pangan, 16, 31-37.

Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.
Seluruh artikel di Jurnal ini dapat disebarluaskan atas tetap mencantumkan sumber yang syah. Identitas judul artikel tidak boleh dihilangkan. Penerbit tidak bertangggung jawab terhadap naskah yang dipublikasikan. Isi artikel menjadi tanggung jawab Penulis.
