Perbandingan Kemampuan Satelit SAR, Optik dan Kombinasi SAR & Optik Untuk Mendeteksi Area Mangrove di Teluk Benoa

  • I Wayan Matsya Deva Nagendra Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Kelautan dan Perikanan, Universitas Udayana, Kampus UNUD Bukit Jimbaran, Bali 80361, Indonesia
  • I Wayan Gede Astawa Karang Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Kelautan dan Perikanan, Universitas Udayana, Kampus UNUD Bukit Jimbaran, Bali 80361, Indonesia
  • Ni Luh Putu Ria Puspitha Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Kelautan dan Perikanan, Universitas Udayana, Kampus UNUD Bukit Jimbaran, Bali 80361, Indonesia
##plugins.pubIds.doi.readerDisplayName## https://doi.org/10.24843/jmas.2019.v05.i02.p14

Abstrak

Hutan mangrove merupakan ekosistem di bagian selatan pulau Bali yang memiliki berbagai peranan penting. Habitat mangrove Teluk Benoa mengalami perubahan luasan akibat aktivitas antropogenik dan faktor alam sehingga perlu dilakukan pemantauan tentang persebaran dan luasan hutan mangrove dikawasan tersebut. Pemantauan luasan hutan mangrove dapat dilakukan memanfaatkan teknologi penginderaan jauh. Deteksi hutan mangrove dilakukan menggunakan dua metode klasifikasi terbimbing maximum likelihood & minimum distance. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan satelit radar dan optik dalam mendeteksi mangrove dan mengetahui kemampuan klasifikasi terbimbing dalam mendeteksi mangrove dikawasan Teluk Benoa. Hasil penelitian menunjukkan citra radar kurang mampu dalam mendeteksi mangrove sebagai kelas tersendiri dan menghasilkan tiga kelas penutupan lahan (Lahan Terbangun, Vegetasi dan Perairan), citra optik dan kombinasi citra radar & optik mampu dalam mendeteksi mangrove sebagai kelas tersendiri dan menghasilkan lima penutupan kelas (vegetasi lain, lahan terbangun, mangrove, perairan dan lahan terbuka). Evaluasi akurasi pada maximum likelihood menunjukkan skenario kombinasi citra radar & optik memiliki akurasi total dan akurasi kappa tertinggi dengan nilai masing-masing sebesar 91.35% dan 87.01%. Metode klasifikasi Minimum distance menunjukkan skenario citra optik memiliki akurasi total dan akurasi kappa tertinggi dengan nilai sebesar 80.83% dan 72.51%. Hasil evaluasi akurasi menunjukkan metode maximum likelihood memiliki tingkat akurasi yang lebih tinggi dibandingkan metode minimum distance.

##plugins.generic.usageStats.downloads##

##plugins.generic.usageStats.noStats##
Diterbitkan
2019-12-10
##submission.howToCite##
NAGENDRA, I Wayan Matsya Deva; KARANG, I Wayan Gede Astawa; PUSPITHA, Ni Luh Putu Ria. Perbandingan Kemampuan Satelit SAR, Optik dan Kombinasi SAR & Optik Untuk Mendeteksi Area Mangrove di Teluk Benoa. Journal of Marine and Aquatic Sciences, [S.l.], v. 5, n. 2, p. 260-272, dec. 2019. ISSN 2549-7103. Tersedia pada: <http://103.29.196.112/index.php/jmas/article/view/55948>. Tanggal Akses: 04 mar. 2026 doi: https://doi.org/10.24843/jmas.2019.v05.i02.p14.
Bagian
Articles

##plugins.generic.recommendByAuthor.heading##