Analisis Kelelahan Kerja pada Departemen Machining dan Fabrikasi dengan NASA-TLX dan Subjective Self Rating Test
Abstrak
Abstrak
Tingkat kenyamanan, rasa aman, dan berkurangnya risiko penyakit atau bahaya merupakan upaya untuk mencapai produktivitas yang lebih besar. Selain meningkatkan produktivitas, juga berdampak pada kesalahan dalam bekerja yang mengakibatkan kecelakaan kerja dan cacat produk. Tentunya perusahaan harus menghindari hal tersebut untuk menjaga produktivitas, kualitas produk yang dibuat, dan sumber daya manusia yang dimiliki. Apa yang dilakukan penelitian ini pada operator produksi di departemen Machining dan Fabrikasi PT. Riken Engineering Perkasa bertujuan untuk menganalisis kelelahan kerja dan beban kerja semua operator produksi di departemen. Penelitian ini menemukan bahwa nilai rata-rata kategori indikator sangat tinggi sebanyak empat operator, nilai kategori indikator tinggi sebanyak delapan operator, dan nilai kategori indikator rendah sebanyak satu operator. Untuk beban kerja, nilai rata-rata untuk kategori kelelahan kerja sedang adalah delapan operator, dan nilai rata-rata untuk jenis kelelahan rendah adalah lima operator. Hal ini dapat disimpulkan dari tingkat kelelahan dan beban kerja pada PT. Riken Engineering Perkasa di departemen Machining dan Fabrikasi memiliki level yang cukup tinggi; dari hasil tersebut dapat digunakan sebagai acuan tindakan yang harus dilakukan untuk mengurangi tingkat kelelahan dan beban kerja serta untuk meratakan pekerjaan semua operator. Sehingga dapat mencapai produktivitas yang optimal dengan kualitas produk yang dihasilkan tetap terjaga.
Kata kunci: beban kerja mental, kelelahan kerja, NASA-TLX, subjective self-rating test
##plugins.generic.usageStats.downloads##
Referensi
Bridger, R.S., 2009. Introdution to Ergonomics. 3rd ed. New York: CRC Press.
Budiono, A.M.S., Jusuf, R.M.S. and Pusparini, A., 2003. Bunga Rampai Hyperkes dan Keselamatan Kerja. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Fraser, T.M., 1992. Stres & kepuasan kerja : acuan mencari alternatif untuk meningkatkan kepuasan kerja karyawan dalam lingkungan kerja yang sesuai. Jakarta: Pustaka Binaman Pressindo.
Hancock, P. and Meshkati, N., 1988. Human Mental Workload. Amsterdam: Elsevier Science Publisher B.V.
Hidayat, T., 2003. Bahaya Laten Kelelahan Kerja. Jakarta: Harian Pikiran Rakyat.
Jex, H.R., 1988. Measuring Mental Workload: Problems, Progress, and Promises. In: Human Mental Workload. Amsterdam: Elsevier Science Publisher B.V.
Koesomowidjojo, S.R.M. and Mar’ih, R., 2017. Panduan Praktis Menyusun Analisis Beban Kerja. Jakarta: Raih Asa Sukses.
Munandar, A.S., 2014. Psikologi Industri dan Organisasi. Jakarta: Universitas Indonesia Press.
Suma’mur, P.K., 2009. Hiegiene Perusahaan dan Keselamatan Kerja. Jakarta: CV Sagung Seto.
Tarwaka, S., 2014a. Ergonomi Industri: Dasar-dasar Pengetahuan Ergonomi dan Aplikasi di Tempat Kerja. Surakarta: Harapan Press.
Tarwaka, S., 2014b. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) : Manajemen dan Implementasi K3 di Tempat Kerja. Surakarta: Harapan Press.
Tarwaka, S., Bakri, S.H.A. and Sudiajeng, L., 2004. Ergonomi Untuk Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Produktivitas. Surakarta: UNIBA PRESS.



