SENYAWA KUERSETIN SEBAGAI AGEN ANTIKANKER KOLOREKTAL SECARA IN SILICO
Abstrak
Kanker kolorektal merupakan kanker ganas yang menduduki peringkat ketiga di Indonesia yang umumnya disebabkan karena pola makan masyarakat Indonesia yang sudah berubah ke makanan tinggi lemak dan rendah serat, serta karena adanya produksi zat karsinogenik dari pemecahan lemak. Pada kondisi kanker kolorektal terjadi overkekspresi COX-2 dan penghambatan Caspase-3 yang menyebabkan daya survival sel kanker meningkat karena terhambatnya mekanisme apoptosis. Kuersetin merupakan salah satu senyawa flavonoid yang diketahui memiliki aktivitas sebagai antitumor dan teruji secara in vitro dapat menginduksi terjadinya apoptosis pada sel kanker kolorektal WiDr. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui afinitas dan mekanisme senyawa kuersetin terhadap protein target COX-2 dan Caspase-3 sebagai antikanker kolorektal secara in silico dengan molecular docking. Penelitian dilakukan secara eksploratif dengan tahapan penyiapan database struktur 3D kuersetin, serta protein COX-2 dan Caspase-3, optimasi struktur 3D kuersetin, preparasi protein, validasi metode molecular docking, serta docking kuersetin pada protein – protein tersebut. Hasil docking dinilai dari energi ikatan dan ikatan hidrogen yang dihasilkan antara kuersetin dengan protein. Semakin kecil nilai energi ikatan maka ikatan antara kuersetin dengan protein semakin kuat dan stabil. Hasil penelitian menunjukan bahwa kuersetin memiliki aktivitas sebagai antikanker kolorektal karena mampu menghambat protein COX-2 serta menginduksi Caspase-3 dengan nilai energi ikatan masing-masing yakni -9.54 dan -4.59. Hasil tersebut memperlihatkan bahwa kuersetin berpotensi menginduksi apoptosis pada kanker kolorektal.
Kata kunci: caspase-3, in silico, kanker kolorektal, kuersetin
##plugins.generic.usageStats.downloads##

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License



