HUBUNGAN KADAR GULA DARAH PUASA DENGAN PH SALIVA PADA PENDERITA DIABETES MELITUS (DM) TIPE 2

  • Pande Ebin Anisa Putri Prodi Sarjana Keperawatan dan Profesi Ners FK Universitas Udayana
  • Desak Widyanthari Made Widyanthari
  • I Gusti Ngurah Juniartha
##plugins.pubIds.doi.readerDisplayName## https://doi.org/10.24843/coping.2021.v09.i06.p04

Abstrak

Derajat keasaman (pH) saliva memiliki peranan penting dalam menjaga kesehatan mulut. Salah satu faktor yang menyebabkan perubahan pH saliva adalah kadar gula darah puasa yang diakibatkan oleh Diabetes Mellitus (DM) Tipe 2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara peningkatan kadar gula darah puasa dengan perubahan pH saliva pada penderita DM tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas II Denpasar Timur. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan analitik korelatif menggunakan cross-sectional design. Sampel penelitian berjumlah 30 orang diperoleh dengan teknik purposive sampling. Pengambilan sampel kadar gula darah puasa dan pH saliva dilakukan secara langsung melalui door to door. Hasil uji korelasi menggunakan Pearson Product Moment, menunjukkan adanya hubungan bermakna yang lemah dengan arah negatif (p = 0,03; r = -0,393), yang berarti semakin tinggi kadar gula darah puasa maka semakin rendah derajat keasamaan pH saliva, begitu pula sebaliknya. Hasil penelitiaan ini diharapkan bermanfaat bagi penderita DM tipe 2 untuk menjaga kadar glukosa darah puasanya sehingga komplikasi kesehatan mulut yang diakibatkan oleh penurunan pH saliva dapat dicegah.

##plugins.generic.usageStats.downloads##

##plugins.generic.usageStats.noStats##

Referensi

Andrew O. Odegaard, Woon P. Koh, Jian-Min Y., Myron D. Gross, Mark A. Pereira, Western-style Fast Food Intake and Cardiometabolic Risk in an Eastern Country, Circulation, (2012), 126(2): 182-188, DOI: 10.1161/CIRCULATIONAHA.111.084004
Anne Marie Lynge Pedersen, Diabetes Mellitus and Related Oral Manifestations, Oral BioSci Med 2004, 1(4):229-248, DOI:
Arumita P. H., Refni R., Oke K., Hubungan Kadar Gula Darah Puasa terhadap Kadar pH dan Laju Aliran Saliva pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 di Puskesmas 1 Kembaran, Jurnal Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Keluarga, (2018), 14(2): 1-5, DOI: https://doi.org/10.22219/sm.Vol14.SMUMM2.6246
Baliga S, Muglikar S, Kale R., Salivary pH: A diagnostic biomarker, J Indian Soc Periodontol, (2013), 17(4): 461-465, DOI:10.4103/0972-124X.118317
Berliana Sari, Idham Halid, Pahrur Razi, Hubungan Pengetahuan dengan Status Kebersihan Gigi dan Mulut pada Penderita Diabetes Melitus di Puskesmas Rawang Jambi, Jurnal Kesehatan Gigi, (2017), 4(1): 13-18, e-ISSN: 2621-3664
Ekky Wirawan, Sartika Puspita, Hubungan pH Saliva dan Kemampuan Buffer dengan DMF-T dan def-t pada Periode Gigi Bercampur Anak Usia 6-12 Tahun, Insisiva Dental Jurnal, 6(1): 25-30, DOI: https://doi.org/10.18196/di.6177
Hasil Utama Riskesdas 2018, 2018, Kementerian Kesehatan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, https://www.kemkes.go.id/resources/download/info-terkini/hasil-riskesdas-2018.pdf, diakses pada: Januari 2019
Inayaty H., Maharani L. A., Studi deskripsi laju aliran saliva pada pasien diabetes melitus di RSUD Ulin Banjarmasin, Jurnal PDGI, (2014), 63(1): 8-13, ISSN: 0024-9548
International Diebetes Federation (IDF), (2017), Diabetes Atlas-Eighth (8th) edition 2017
Ira B. Lamster, Evanthia L., Wenche S. Borgnakke, George W. Taylor, The Relationship Between Oral Health and Diabetes Mellitus, The Journal of the American Dental Association, 139(5), DOI: https://doi.org/10.14219/jada.archive.2008.0363
Kemenkes RI, (2014), Waspada Diabetes. Jakarta Selatan: Pusat Data dan Informasi Kemenkes RI
Marasabessy, F. A., (2013), Hubungan Volume dan pH Saliva, Makasar, Skripsi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin
P. Sai Archana, K. Saraswathi Gopal, B. G. Harsha Vardhan, P. Mahesh Kumar, (2016), Saliva as a Non-invasive Tool in Evaluation of Type 2 Diabetes Mellitus, International Journal of Scientific Study, 4(1): 178-182, DOI: 10.17354/ijss/2016/213
Patricia Del Vigna D. A., Ana Maria T. G., Maria Ângela N. M., Antônio Adilson S. D. L., Luciana Reis A., (2008), Saliva Composition and Functions: A Comprehensive Review, The Journal of Contemporary Dental Practice, 9(3): 2-5, DOI: 10.5005/jcdp-9-3-72
Qurratuaeni, (2009), Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Terkendalinya Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Fatmawati Jakarta, Jakarta, Program Studi Ilmu Keperawatan UIN Syarif Hidayatullah
Shandy H., Rosihan A., I Wayan A., Perbedaan pH Saliva Menggosok Gigi Sebelum dan Sesudah Mengkonsumsi Makanan Manis dan Lengket, Jurnal Kedokteran Gigi, (2014), 2(1): 39-45, DOI:
Soelistijo, S. A., dkk., 2015, KONSENSUS: Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 Di Indonesia, Indonesia, PB PERKENI
Diterbitkan
2021-12-30
##submission.howToCite##
PUTRI, Pande Ebin Anisa; WIDYANTHARI, Desak Widyanthari Made; JUNIARTHA, I Gusti Ngurah. HUBUNGAN KADAR GULA DARAH PUASA DENGAN PH SALIVA PADA PENDERITA DIABETES MELITUS (DM) TIPE 2. Coping: Community of Publishing in Nursing, [S.l.], v. 9, n. 6, p. 657-662, dec. 2021. ISSN 2715-1980. Tersedia pada: <http://103.29.196.112/index.php/coping/article/view/79351>. Tanggal Akses: 05 mar. 2026 doi: https://doi.org/10.24843/coping.2021.v09.i06.p04.
Bagian
Articles

##plugins.generic.recommendByAuthor.heading##

1 2 > >>