Kadar Hormon Estrogen pada Sapi Bali saat Pubertas

  • Herdi Wahyu Adi Prananda Mahasiswa Pendidikan Sarjana Kedokteran Hewan, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana, Jl. PB. Sudirman Denpasar, Bali
  • Desak Nyoman Dewi Indira Laksmi Laboratorium Reproduksi Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana, Jl. PB. Sudirman Denpasar, Bali
  • I Gusti Ngurah Bagus Trilaksana Laboratorium Reproduksi Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana, Jl. PB. Sudirman Denpasar, Bali
##plugins.pubIds.doi.readerDisplayName## https://doi.org/10.24843/bulvet.2022.v14.i03.p01

Abstrak

Sapi bali merupakan salah satu sapi asli Indonesia yang cukup penting dan terdapat dalam jumlah yang cukup besar. Salah satu tolak ukur efisiensi reproduksi adalah dicapainya umur awal pubertas yang lebih awal sesuai dengan potensi genetiknya, hal ini penting untuk mencapai performan reproduksi sapi yang optimum dan memberikan peningkatan produktivitasnya. Salah satu hal yang berpengaruh terhadap munculnya pubertas adalah jumlah kadar estrogen dalam serum darah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kadar hormon estrogen dalam serum darah sapi. Penelitian dilakukan dengan cara pencatatan umur terlebih dahulu lalu dilakukan pengambilan darah pada sapi yang memiliki tanda-tanda pubertas dan selanjutnya dilakukan pengecekan kadar hormon dengan menggunakan metode ELISA. Hasil penelitian menunjukan rata-rata umur pubertas adalah 21,44 bulan dan rata-rata kadar estrogen saat pubertas sebesar 84,75 ng/ml. Pengujian dengan uji korelasi dan regresi menunjukan adanya hubungan yang erat antara umur dan kadar estrogen saat pubertas dengan koefisien korelasi sebesar r = 0,798.

##plugins.generic.usageStats.downloads##

##plugins.generic.usageStats.noStats##

Referensi

Abdelgadir AM, Izeldin A, Babiker, Eltayeb AE. 2010. Effect of concentrate supplementation on growth and sexual development of dairy heifers. J. Appl. Sci. Res. 6(3):212- 217.
Ahmadzadeh A, Carnahan K, and Autran C. 2011. Understanding pubertyand postpartum anestrus. Proc. Applied Reproductive Strategies in Beef Cattle.
Buttler WR. 2005. Relationship of Negative Energy Balance with Fertility. Report. Department of Animal Science. Cornell University. Advances in Dairy Technology 17.
Donnell DP, Norris JD. 2002. Connections and regulation of the human estrogen receptor. Map. Cell. Signal. 269: 1642- 1643.
Eko H, Subandriyo. 2004. Potensi dan Keragaman Sumberdaya Genetik Sapi Bali. Lokakarya Nasional Sapi Potong 2004
Ganong WF. 2003. Review of Medical Physiology. International Edition. San Francisco: McGraw-Hill
Getzewich KE. 2005. Hormonal regulation of the onset puberty in purebred and crossbred Holstein and Jersey heifers. Thesis. The Virginia Polytechnic Institute and State University.
Hafez ESE, Hafez B. 2000. Reproduction in farm animals, 76th Ed. Lippincott Williams and Wilkins, Philadelphia.
Hardjopranjoto S. 1995. Ilmu Kemajiran pada Ternak. Airlangga University Press, Surabaya.
Hiller SG. 1991. Ovarian Endocrinology. Blackwell Sci. Publ. London
Johnson MH, Everitt BJ. 1988. Essential Reproduction. 3rd Ed. London: Blackwell Science Publisher.
Laksmi DNDI. 2016. Peranan leptin dalam menginduksi estrus pada sapi bali yang mengalami anestrus postpartum. Disertasi. Program Pascasarjana. Universitas Udayana.
Rawlings NC, Evans ACO, Honaramooz A, Bartlewski PM. 2003. Antral follicle growth and endocrine changes in prepubertal cattle, sheep and goats. Anim. Reprod. Sci. 78:259-270.
Rekwort P, Ogwu D, Oyedipe E, Sekoni V. 2000. Effects of bull exposure and body growth on onset of puberty in Bunaji and Friesian Bunaji heifers. Reprod. Nutr. Dev. 40: 359-367.
Siregar TN, Riady G, Azhar A, Budiman H, Armansyah T. 2001. Pengaruh pemberian prostaglandin F2 alfa terhadap tampilan reproduksi kambing lokal. J. Med. Vet. 1(2): 61-65.
Tree MTO, Wilmientje MN, Thomas MH. 2017. Pemanfaatan ekstrak hipofisis sapi untuk memperbaiki performans reproduksi induk babi post partum. J. Vet. 18(3): 383-392.
Toelihere MR. 1995. Fisiologi Reproduksi pada Ternak. Penerbit Angkasa. Bandung.
Wodzicka-Tomaszewska M, Sutama IK, Putu IG, Chaniago TD. 1991. Reproduksi, Tingkah Laku dan Produksi Ternak di Indonesia. PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Diterbitkan
2022-01-29
##submission.howToCite##
PRANANDA, Herdi Wahyu Adi; LAKSMI, Desak Nyoman Dewi Indira; TRILAKSANA, I Gusti Ngurah Bagus. Kadar Hormon Estrogen pada Sapi Bali saat Pubertas. Buletin Veteriner Udayana, [S.l.], p. 197-201, jan. 2022. ISSN 2477-2712. Tersedia pada: <http://103.29.196.112/index.php/buletinvet/article/view/49195>. Tanggal Akses: 04 mar. 2026 doi: https://doi.org/10.24843/bulvet.2022.v14.i03.p01.
Bagian
Articles