Kualitas Daging Sapi di Rumah Potong Hewan Pesanggaran Ditinjau dari Uji pH dan Daya Ikat Air
Abstrak
Rumah Pemotongan Hewan Pesanggaran merupakan tempat pemotongan hewan terbesar di Bali. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas daging sapi di RPH Pesanggaran ditinjau dari nilai pH dan daya ikat air dan hubungan di antara kedua variabel tersebut. Lima belas sampel daging sapi bagian longisimus dorsi diuji kualitasnya berdasarkan nilai pH dan daya ikat air selama waktu pengamatan mulai jam ke satu sampai ke delapan. Hasil penelitian menunjukan bahwa, kualitas daging sapi yang dihasilkan di RPH Pesanggaran memiliki pH ultimat 5,51 pada jam ke tujuh setelah pemotongan dan Daya Ikat Air dengan nilai 60,4% pada jam ke tujuh setelah pemotongan. Disimpulkan bahwa pH dan DIA daging sapi di RPH Pesanggaran menurun dari jam pertama sampai jam ke tujuh dan terdapat hubungan positif antara pH dan Daya Ikat Air daging sapi.
##plugins.generic.usageStats.downloads##
Referensi
Amertaningtyas D. 2012. Kualitas daging sapi segar di pasar tradisional Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang. J Ilmu dan Teknologi Hasil Ternak 7(1): 42-47.
Authority EFS. (2013). Scientific opinion on monitoring procedures at slaughterhouses for bovines. EFSA Panel on Animal Health and Welfare (AHAW). Italy EFSA J 11(12): 3460.
Besung INK, Wulandari NMDA, Swacita IBN. 2013. Pengaruh rempah-rempah dan lama penyimpanan daging babi terhadap angka lempeng total bakteri. Bul Vet Udayana 6(1): 29-34
Harmini, Asmarantaka RW, Atmakusuma J. 2011. Model dinamis sistem ketersediaan daging sapi nasional. J Ekonomi Pembangunan 12(1): 128-146.
Khasrad, Ningrat RWS. 2010. Improving carcass quality of indigenous cattle of West Sumatera fed local feed resources. Pakistan. J of Nutrition 9(8): 822-826.
Methayasa JD, Suada IK, Agustina KK. 2015. Daya Ikat Air, pH, warna, bau dan tekstur daging sapi bali dan daging wagyu. Ind Med Veterinus 4(1): 16-24.
Priyanto R, Fuah AM, Aditia EL, Baihaqi M, Ismail M. 2015. Peningkatan produksi dan kualitas daging sapi lokal melalui penggemukan berbasis serealia pada taraf energi yang berbeda. J Ilmu Pertanian Indonesia 20(2): 108-114.
Rasyad NVB, Rosyidi D, Widati AS. 2012. Pengaruh lama pemanggangan dalam microwave terhadap kualitas fisik steak daging ayam. J Ilmu dan Teknologi Hasil Ternak 7(1): 6-11.
Sampurna, IP, dan Nindhia TS. 2008. Analisis Data dengan SPSS dalam Rancangan Penelitian. Udayana University Press.
Sonbait LY, Monim H, Woran D. 2008. Preferensi konsumen terhadap produk olahan daging sapi di Kota Sorong. J Ilmu Peternakan 3(1): 87- 93.
Soeparno. 2011. Ilmu dan Nutrisi Daging. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
Subagyo WC, Suwiti NK, Suarsana IN. 2015. Karakteristik protein daging sapi bali dan wagyu setelah direbus. Bul Vet Udayana 7(1): 17-25.
Wenno CRF, Swacita IBN, Suada IK. 2015. Penerapan animal welfare pada proses pemotongan sapi bali di rumah pemotongan hewan pesanggaran. Ind Med Veterinus 4(3): 238-248.


