Pengaruh Pemberian Mineral Terhadap Lingkar Dada, Panjang dan Tinggi Tubuh Sapi Bali Jantan
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian mineral tambahan pada ransum terhadap lingkar dada, panjang dan tinggi tubuh sapi bali jantan. Sebanyak 48 sampel sapi bali jantan umur 10-12 bulan, masing-masing diberikan empat jenis ransum mineral yang berbeda. Pengukuran lingkar dada, panjang dan tinggi tubuh sapi bali dilakukan pada awal perlakuan, 1, 2 dan 3 bulan setelah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan pemberian mineral pada pakan berpengaruh sangat nyata terhadap lingkar dada namun tidak berpengaruh terhadap panjang dan tinggi tubuh sapi bali jantan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pemberian mineral dapat meningkatkan lingkar dada, tetapi tidak berpengaruh terhadap panjang dan tinggi tubuh.
##plugins.generic.usageStats.downloads##
Referensi
Batan IW. 2006. Sapi Bali dan Penyakitnya. Fakultas Kedokteran Hewan. Universitas Udayana.
Chamdi AN. 2004. Karakteristik Sumberdaya Genetik Ternak Sapi Bali (Bos-bibos banteng) dan Alternatif Pola Konservasinya. Jurnal Biodiversitas, 6(1): 70-75.
Darmono. 2007. Penyakit Defisiensi Mineral Pada Ternak Ruminansia dan Upaya Pencegahannya. Jurnal Litbang Pertanian, 26(3): 104-108.
Handiwirawan E, Subandriyo. 2004. Potensi Dan Keragaman Sumberdaya Genetik Sapi Bali. Wartazoa, 14 (3): 50-60.
Herd DB, Sprott LR. 1986. Body Condition, Nutrien, and Reproduction of Beef Cows. Texas Agric Ext Ser Bull, B1526.
McDonald P, Edward RA, Greenhalgh JFD, Morgan CA, Sinclair LA, Wilkinson RG. 2010. Animal Nutrition. Seventh Edition. Pearson Publishers, England.
Peterson JA, Engle TE. 2005. Trace Mineral Nutrition in Beef Cattle. Presented at the 2005 Nutrition Conference sponsored by Department of Animal Science, UT Extension and University Professional and Personal Development The University of Tennessee.
Pujiastari NNT, Suastika P, Suwiti NK. 2015. Kadar Mineral Kalsium dan Besi pada Sapi Bali yang Dipelihara di Lahan Persawahan. Buletin Veteriner Udayana, 7(1): 67-72.
Sampurna IP, Nindhia. 2008. Analisis Data Dengan SPSS : Dalam Rancangan Percobaan. Udayana University Press. Denpasar.
Sampurna IP, Suatha IK. 2010. Pertumbuhan Alometri Dimensi Panjang dan Lingkar Tubuh Sapi Bali Jantan. Jurnal Veteriner, 9(1): 46-51.
Sampurna IP. 2013. Pola Pertumbuhan dan Kedekatan Hubungan Dimensi Tubuh Sapi Bali. Program Doktor, Program Studi Ilmu Peternakan, Program Pascasarjana, Universitas Udayana.
Soetan KO, Olaiya CO, Oyewole OE. 2010. The Importance of Mineral Elements for Humans, Domestic Animals and Plants : A Review. African J Food Sci, 4 (5): 200-222.
Sujani NKD, Piraksa IW, Suwiti NK. 2014. Profil Mineral Magnesium dan Tembaga Serum Darah Sapi Bali yang Dipelihara di Lahan Tegalan. Buletin Vet Udayana, 6(2):119-122.
Sukariada IPJ, Suwiti NK, Suarsana IN. 2014. Profil Makro Mineral Natrium (Na) dan Mikro Mineral Seng (Zn) Serum Sapi Bali yang Dipelihara di Lahan Hutan. Bul Vet Udayana, 6(1): 43-47.
Suwiti NK, Sentana P, Puja N, Watiniasih NL. 2012. Peningkatan Produksi Sapi Bali Unggul Melalui Pengembangan Model Peternakan Terintegrasi. Laporan Penelitian Prioritas Nasional (MP3EI) Pusat Kajian Sapi Bali Universitas Udayana
Talib C. 2002. Sapi Bali di Daerah Sumber Bibit dan Peluang Pengembangannya. Bogor. Wartazoa, 12(3): 100-107.
Tazkia R, Anggraeni A. 2009. Pola dan Estimasi Kurva Pertumbuhan Sapi Friesian-Holstein di Wilayah Kerja Bagian Timur Kpsbu Lembang. Departemen Ilmu Produksi dan Tekologi Peternakan, Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor.
Tillman ADH, Hartadi S, Reksohadiprojo S, Prawirokusumo S, Lebdosoekojo. 1991. Ilmu Makanan Ternak Dasar. Jogjakarta. Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada.


