Pengetahuan Peternak dan Penerapan Biosekuriti pada Peternakan Burung Puyuh di Kota Kediri Provinsi Jawa Timur

  • Satria Aji Pratama Mahasiswa Program Sarjana Kedokteran Hewan, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana, Jl. PB. Sudirman, Denpasar, Bali, Indonesia, 80234
  • I Made Sukada Laboratorium Kesehatan Masyarakat Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana, Jl. PB. Sudirman Denpasar, Bali, 80225 Indonesia
  • Romy Muhammad Dary Mufa Laboratorium Kesehatan Masyarakat Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana, Jl. PB. Sudirman Denpasar, Bali, 80225 Indonesia
##plugins.pubIds.doi.readerDisplayName## https://doi.org/10.24843/bulvet.2023.v15.i06.p27

Abstrak

Burung puyuh merupakan salah satu komoditi unggas yang semakin popular di Indonesia. Hal ini terbukti dengan banyaknya masyarakat yang berminat memelihara burung puyuh dan meningkatnya jumlah masyarakat yang mengkonsumsi produk-produk yang dihasilkan burung puyuh baik berupa telur maupun dagingnya. Dalam beternak burung puyuh memiliki keunggulan yang mudah untuk dirawat dan ada juga beberapa aspek-aspek penting yang harus diperhatikan agar burung puyuh tidak terkena penyakit atau wabah. Hal tersebut dapat di cegah dengan menerapkan biosekuriti, biosekuriti merupakan salah satu faktor penting dalam sistem menejemen suatu peternakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur tingkat pengetahuan peternak, penerapan biosekuriti dan persentase antara pengetahuan dan penerapan biosekuriti pada Peternakan Burung Puyuh di Kota Kediri dan Kabupaten Kediri Provinsi Jawa Timur yang diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan tentang biosekuriti pada peternakan burung puyuh di Kota Kediri dan Kabupaten Kediri. Serta sebagai bahan kajian di bidang pengembangan penelitian atau penerapan lebih lanjut. Rancangan penelitian yang digunakan adalah observasional (survey) terhadap peternakan burung puyuh di Kota Kediri yang menggunakan kuisioner dalam bentuk Google form yang kemudian datanya dicatat dan ditabulasi menggunakan Ms Excel, selanjutnya dijelaskan secara deskriptif kualitatatif, dan ditampilkan dalam bentuk tabel atau grafik. Hasil survei dan observasi terhadap peternak burung puyuh di Kota Kediri Jawa Timur mendapatkan hasil rata-rata sebagai berikut. Pengetahauan peternak Baik 86.5%, Cukup 7.5%, Buruk 6% sedangkan penerapan biosekuriti mendapatkan hasil 30% Baik, 49% Cukup, 21% Buruk. Dapat disimpulkan bahwa Pengetahuan Peternak pada Peternakan Burung Puyuh di Kota Kediri dan Kabupaten Kediri Provinsi Jawa Timur terbilang baik namun dalam hal penerapan biosekuriti peternak masih dinilai kurang karena masih banyak yang tidak melakukan penerapan sistem manajemen biosekuriti dengan baik.

##plugins.generic.usageStats.downloads##

##plugins.generic.usageStats.noStats##

Referensi

Achmanu M. 2011. Ilmu ternak unggas. UB Press. Malang.
Anggorodi. 1985. Mutakhir dalam ilmu makanan ternak unggas. Gramedia. Jakarta.
Blackwell M. 1997. Production biosecurity. Poult. Sci. 36(10): 50-53.
Brennan ML, Kemp R, Christley RM. 2008. Direct and indirect contacts between cattle farms in north-west England. J. Vet. Med. 84: 24-260.
Buhman. 2007. Penerapan biosecurity. Agromedia Pustaka. Jakarta.
Casal J, Manuel AD, Mateu E, Martın M. 2007. Biosecurity measures on swine farms in Spain: perceptions by farmers and their relationship to current on-farm measures. Prev. Vet. Med. 15(1-2): 138-150.
Damayanti R, Dharmayanti NLPI, Indriani R, Wiyono AS, Darminto. 2004. The clinico-pathological effects of chicken infected with highly pathogenic avian influenza in some farms located in East Jawa and West Jawa. J. Ilmu Ternak Vet. 9(2): 128-135.
Dinas Ketahanan Pangan Kota Kediri Jawa Timur. 2020. Populasi peternakan di Kota Kediri. https://kedirikab.bps.go.id/indicator/24/73/1/populasi-ternak.html
Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan. 2014. Dasar-dasar kesehatan ternak. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Indonesia.
Dyah AM. 2016. Analisa kelayakan usaha peternakan burung puyuh dan pengepulan telur puyuh di Kecamatan Kras Kabupaten Kediri. J. Simki. Tech. Sain. 1(1): 1-21.
Fadilah R, Polana. 2011. Aneka penyakit pada ayam dan cara mengatasinya. Agromedia Pustaka. Jakarta.
Fadillah R. 2005. Panduan mengelola peternakan ayam broiler komersial. Agromedia Pustaka. Jakarta.
Grimes T, Jackson C. 2001. Code of practice for biosecurity in the egg industry. Barton Australia; Rural Industries Research and Development Corporation. AgriFutures. Australia.
Hadi UK. 2012. Pelaksanaan biosekuritas pada peternakan ayam. Thesis. Bogor: Institut Pertanian Bogor.
Johari S. 2004. Sukses beternak ayam ras petelur. Agromedia Pustaka. Jakarta.
Jubb T, Dharma D. 2009. Biosecurity risk management planning. A Training Course Manual Book. Australian Centre for Agriculture Research. Australia. pp. 16-24.
Mulyantini NGA. 2010. Ilmu manajemen ternak unggas. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
Nawab A, Nawab Y, Tang S, Wu J, Liu W, Li G, Xiao M, An L. 2018. A pictorial guidebook on poultry diseases; diagnostic techniques and their effective treatment. Anim. Rev. 5(2): 34-50.
Rasyaf M. 2002. Beternak unggas komersil. Penerbit Kanisius. Jakarta.
Si Y, Wang T, Skidmore AK, Skidmore AK, de Boer WF, Li L, Prins HHT. 2010. Environmental factors influencing the spread of the highly pathogenic avian influenza H5N1 virus in wild birds in Europe. Ecol. Soc. 15(3): 26.
Solihin M. 2009. Risiko produksi dan harga serta pengaruhnya terhadap pendapatan peternakan ayam broiler CV AB Farm Kecamatan Bojong Genteng-Sukabumi. Thesis. Bogor: Institut Pertanian Bogor.
Steenwinkel SV, Ribbens S, Ducheyne E, Goossens E, Dewulf J. 2011. Assessing biosecurity practices, movements and densities of poultry sites a cross Belgium, resulting in different farm risk-groups for infectious disease introduction and spread. J. Prev. Vet. Med. 98(4): 259-270.
Diterbitkan
2023-11-21
##submission.howToCite##
PRATAMA, Satria Aji; SUKADA, I Made; MUFA, Romy Muhammad Dary. Pengetahuan Peternak dan Penerapan Biosekuriti pada Peternakan Burung Puyuh di Kota Kediri Provinsi Jawa Timur. Buletin Veteriner Udayana, [S.l.], p. 1279-1290, nov. 2023. ISSN 2477-2712. Tersedia pada: <http://103.29.196.112/index.php/buletinvet/article/view/105741>. Tanggal Akses: 04 mar. 2026 doi: https://doi.org/10.24843/bulvet.2023.v15.i06.p27.
Bagian
Articles