Analisis Analisis Sebaran Asap Di Kepulauan Nusa Tenggara Akibat Kebakaran Hutan Dan Lahan

  • Ryan Juliston Pangihutan Simanjuntak Fisika
  • Komang Ngurah Suarbawa Universitas Udayana
  • I Ketut Putra Universitas Udayana
##plugins.pubIds.doi.readerDisplayName## https://doi.org/10.24843/BF.2023.V24.i02.p07

Abstrak

Penelitian ini menggunakan data sekunder pada Bulan September 2020, yaitu data citra satelit dan data kondisi meteorologi, hal ini dilakukan karena pada tahun 2020, Kepulauan Nusa Tenggara terjadi kebakaran hutan terluas, NTT mencapai 114.719,00 Ha, dan NTB mencapai 29.157,00 Ha. Pada penelitian ini, untuk mendeteksi asap akibat kebakaran hutan dan lahan, dengan menggunakan satelit Himawari-8 dan satelit Terra Aqua yang akan menghasilkan citra untuk mendeteksi asap. Data citra tersebut akan diolah dengan software Satellite Animation and Interactive Diagnosis (SATAID) untuk satelit Himawari-8 dan Hypersectral Data Viewer for Development of Research Applications (HYDRA) untuk satelit Terra Aqua. Hasil citra dari satelit akan mendeteksi dan menunjukkan sebaran asap dengan teknik Red, Green, Blue (RGB), dimana teknik RGB akan memberikan kontras warna terhadap obyek citra yang akan di deteksi. Kemudian hasil citra dianalisis, dan dihubungkan dengan kondisi meteorologi yang terjadi pada saat kebakaran hutan dan lahan di Kepulauan Nusa Tenggara pada bulan September 2020.

##plugins.generic.usageStats.downloads##

##plugins.generic.usageStats.noStats##

Referensi

[1] B. Larasati., M. Kanzaki, RH. Purwanto, dan R Sadono., Fire Regime in a Peatland Restoration Area: Lesson from Central Kalimantan (Rezim Kebakaran Hutan dan Lahan di Area Restorasi Lahan Gambut: Studi dari Kalimantan Tengah). Jurnal Ilmu Kehutanan, no. 13, 2019, pp: 210-226.
[2] A. Piqram., Analisis Dampak Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalimantan Barat terhadap Kualitas Udara di Kecamatan Pontianak Tenggara Kota Pontianak, Tugas Akhir, Universitas Negeri Semarang, Semarang, 2020.
[3] M. R. Saputra, Analisis Perbandingan Citra Satelit Aqua Modis Dan Noaa Avhrr Untuk Pemetaan Suhu Permukaan Laut Dengan Menggunakan Acuan Data In Situ (Studi Kasus : Perairan Pesisir Selat Madura), Tugas Akhir, ITN Malang, 2019.
[4] B. A. Molle, & A. F. Larasati, Analisis Anomali Pola Curah Hujan Bulanan Tahun 2019 Terhadap Normal Curah Hujan (30 Tahun) Di Kota Manado Dan Sekitarnya, Jurnal Meteorologi Klimatologi Dan Geofisika, Vol. 7, no. 1, 2021, pp: 1-8.
[5] A. Nugroho, Identifikasi Sebaran Asap Melalui Metode RGB Citra Satelit Himawari-8 (Studi Kasus: Pulau Sumatera dan Kalimantan pada Bulan Agustus dan September 2019), Seminar Nasional Geografi Iii Ugm, 2019.
[6] Sipongi, Karhutla Monitoring System, https://www.sipongi.menlhk.go.id [Diakses, 2 Oktober 2021].
[7] A. Fadlan, F. S. Sadaran, dan H. Wicaksono., Analisjs Hujan Es Di Kota l,ubuklinggau Dengan Memanfaatkan Data Citra Satelit Himawari 8 Dan Radiosonde Prosiding SNFA, Seminar Nasional Fisika dan Aplikasinya, 2018.
[8] S. Yulianto, Pemanfaatan Data Modis Untuk Identifikasi Daerah Bekas Terbakar (Burned Area) Berdasarkan Perubahan Nilai NDVI di Provinsi Kalimantan Tengan Tahun 2009, Jurnal Penginderaan Jauh dan Pengolahan Data Citra Digital, vol.6, 2009, pp.54-64.
[9] M. R. Saputra, Analisis Perbandingan Citra Satelit Aqua Modis Dan Noaa Avhrr Untuk Pemetaan Suhu Permukaan Laut Dengan Menggunakan Acuan Data In Situ (Studi Kasus : Perairan Pesisir Selat Madura). Skripsi thesis, ITN Malang, 2019.
[10] J. E. Deeming, Pengembangan Sistem Penilaian Bahaya Kebakaran Hutan Di Propinsi Kalimantan Timur Indonesia, Proyek Kerja Sama Deutsche Gesselschaft Fuer Technische Zumammarbeit (GTZ) dengan Departemen Kehutanan RI, Samarinda, 1995.
Diterbitkan
2022-03-06
##submission.howToCite##
SIMANJUNTAK, Ryan Juliston Pangihutan; SUARBAWA, Komang Ngurah; PUTRA, I Ketut. Analisis Analisis Sebaran Asap Di Kepulauan Nusa Tenggara Akibat Kebakaran Hutan Dan Lahan. BULETIN FISIKA, [S.l.], v. 24, n. 2, p. 126 – 134, mar. 2022. ISSN 2580-9733. Tersedia pada: <http://103.29.196.112/index.php/buletinfisika/article/view/83538>. Tanggal Akses: 04 mar. 2026 doi: https://doi.org/10.24843/BF.2023.V24.i02.p07.

##plugins.generic.recommendByAuthor.heading##