Inovasi dalam Pengolahan Sampah Organik Anorganik di Desa Cibenda Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran

  • Syahril Syahril Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Widyatama, Jl. Cikutra No. 204 A, Sukapada, Kec. Cibeunying Kidul, Kota Bandung, Jawa Barat-Indonesia
  • Adam Simbara Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Widyatama, Jl. Cikutra No. 204 A, Sukapada, Kec. Cibeunying Kidul, Kota Bandung, Jawa Barat-Indonesia
  • Rafly Fadhilah Arifhan Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Widyatama, Jl. Cikutra No. 204 A, Sukapada, Kec. Cibeunying Kidul, Kota Bandung, Jawa Barat-Indonesia
  • Gasper Boy Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Widyatama, Jl. Cikutra No. 204 A, Sukapada, Kec. Cibeunying Kidul, Kota Bandung, Jawa Barat-Indonesia
  • Riki Ridwan Margana Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Widyatama, Jl. Cikutra No. 204 A, Sukapada, Kec. Cibeunying Kidul, Kota Bandung, Jawa Barat-Indonesia
##plugins.pubIds.doi.readerDisplayName## https://doi.org/10.24843/blje.2025.v25.i02.p01

Abstrak

Pengelolaan sampah menjadi tantangan signifikan yang dihadapi berbagai daerah, termasuk Desa Cibenda. Dengan pertumbuhan populasi, urbanisasi, dan perubahan pola konsumsi, masalah pengelolaan sampah semakin kompleks. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengelolaan sampah di Desa Cibenda, mengidentifikasi kendala utama, dan memberikan solusi berkelanjutan. Beberapa kendala yang ditemukan meliputi kurangnya fasilitas pembuangan sampah, metode pengelolaan yang tidak efisien seperti pembakaran, rendahnya kesadaran masyarakat dalam memilah sampah, serta keterbatasan ekonomi yang menghambat investasi pengelolaan sampah. Akibatnya, banyak sampah dibuang sembarangan, mencemari lingkungan, dan mengurangi potensi daur ulang. Desa Cibenda memiliki luas 759,319 hektar, dihuni 8.229 jiwa dalam 3.028 kepala keluarga, dengan rata-rata timbulan sampah 1,67 kg/orang/hari. Data pemilahan menunjukkan komposisi sampah sebesar 150 kg/hari. Pengukuran dilakukan menggunakan metode load count analysis, dengan kendaraan roda tiga berkapasitas 200 kg/m³ untuk pengangkutan sampah. Penelitian ini merekomendasikan pengadaan mesin pencacah sampah guna mendukung efisiensi pengelolaan limbah organik dan anorganik. Rekomendasi lainnya meliputi penyediaan fasilitas pengelolaan sampah yang memadai, edukasi masyarakat tentang pemilahan sampah, serta pendekatan berbasis komunitas untuk meningkatkan kesadaran dan menciptakan pengelolaan sampah berkelanjutan.

##plugins.generic.usageStats.downloads##

##plugins.generic.usageStats.noStats##
Diterbitkan
2025-08-09
##submission.howToCite##
SYAHRIL, Syahril et al. Inovasi dalam Pengolahan Sampah Organik Anorganik di Desa Cibenda Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran. Bumi Lestari Journal of Environment, [S.l.], v. 25, n. 2, p. 1-11, aug. 2025. ISSN 2527-6158. Tersedia pada: <http://103.29.196.112/index.php/blje/article/view/124309>. Tanggal Akses: 04 mar. 2026 doi: https://doi.org/10.24843/blje.2025.v25.i02.p01.
Bagian
Original Research Articles