Potensi Streptomyces sp. dalam menghambat pertumbuhan jamur Colletotrichum acutatum pada cabai merah besar (Capsicum annum L.) secara in vitro
Abstrak
Tanaman cabai merah besar (Capsicum annum L.) ialah salah satu tanaman sayuran yang sangat banyak diminati oleh masyarakat Indonesia. Salah satu faktor yang menyebabkan penurunan produktifitas cabai oleh serangan patogen adalah Colletotrichum acutatum yang merupakan salah satu jamur penyebab penyakit antraknosa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan bakteri Streptomyces sp. di rizosfer tanaman cabai besar, kemampuan isolat Streptomyces sp. dalam menghambat C. acutatum, Minimum Inhibitory Concentration (MIC) dari filtrat isolat Streptomyces sp. dalam menghambat C. acutatum. Isolasi Streptomyces dilakukan dengan metode pengenceran dan menggunakan media selektif yaitu Yeast Malt Agar. Uji daya hambat menggunakan metode Dual Culture antara Streptomyces sp. dengan C. acutatum secara in vitro. Uji efektivitas konsentrasi filtrat Streptomyces sp. dan MIC dalam menghambat C. acutatum, menggunakan metode sumur difusi. Data yang didapatkan dalam penelitian dianalisis dengan Analysis of Varian (ANOVA). Ditemukan 5 isolat Streptomyces yaitu Streptomyces sp.1, Streptomyces sp.2, Streptomyces sp.3, Streptomyces sp.4, dan Streptomyces sp.5 pada rizosfer tanaman C. annum L. sehat di Desa Daup, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Isolat Streptomyces sp. secara nyata dapat menghambat pertumbuhan jamur C. acuatum dengan daya hambat berkisar 50,30% sampai dengan 83,76%, Isolat Streptomyces sp.5 mampu memberikan persentase hambatan paling tinggi pada C. acutatum sebesar 83,76 ± 2,91% dengan MIC 7% (v/v) dengan diameter sebesar 6,40 mm.
##plugins.generic.usageStats.downloads##
Referensi
Anggraeni W, Wardoyo ERP, Rahmawati. 2019. Isolasi dan Identifikasi Jamur Pada Buah Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) yang Bergejala Antraknosa Dari Lahan Pertanian Di Dusun Jeruk. Jurnal Protobiont. 8(2): 94:100.
Cihak M, Kamenik Z, Smidova K, Bergman K, Benada O, Kofronova O, Petricknova K, Bobek J. 2017. Secondary Metabolites Produced during the Germination of Streptomyces coelicolor. Frontiers in Microbiology. 2495(8): 1-8.
Crous PW, Verkley GJM, Groenewald JZ, Samson RA. 2009. Fungal Biodiversity. CBS KNAW Fungal Biodiversity Center Utrecht, the Netherlands.
Gu L, Zhang K, Zhang N, Li X, Liu Z. 2020. Control of the Rubber Anthracnose Fungus Colletotrichum gloeosporioides using Culture Filtrat Extract from Streptomyces deccanensis QY-3. 113(11): 1573-1585.
Holt JG, Krieg NP, Sneath PHA, Staley JT, Williams ST. 1994. Bergey’s Manual of Determinative Bacteriology. 9th Edition. Lippincott Williams and Wilkins. New York
Ibrahim R, Hidayat SH, Widodo. 2017. Keragaman Morfologi, Genetika, dan Patogenisitas Colletotrichum acutatum Penyebab Antraknosa Cabai di Jawa dan Sumatera. Jurnal Fitopatologi Indonesia. 13(1): 9-16.
Kawuri R. 2012. Pemanfaatan Streptomyces thermocarboxydus untuk Mengendalikan Penyakit Busuk Daun pada Lidah Buaya (Aloe barbadensis Mill.) di Bali. (Disertasi). Universitas Udayana. Bali.
Kawuri R, Suprapta DN, Nitta Y. 2018. Antagonistic Activity of Streptomyces thermocarboxydus to Fusarium oxysporum: The cause of Leaf Rot Disease on Aloe Vera (Aloe barbadensis Mill.) in Bali, Indonesia. Malaysian Journal of Microbiology. 10-15.
Khamna S, Yokota A, Lumyong S. 2009. Actinomycetes Isolated from Medicinal Plant Rhizosphere Soil: Diversity and Screening of Antifungal Compound, Indole-3-Acetic Acid and Siderophore Production. World Journal Microbiology and Biotechnology. 25(4):649-655.
Kumalasari AM, Fathurahman N, Nur M. 2012. Potensi Actinomycetes Sebagai Sumber Senyawa Bioaktif Antibiotik dari Kawasan Karst Bantimurung, Sulawesi Selatan. Pelita-Jurnal Penelitian Mahasiswa UNY. 7(1): 59-72.
Montoc HS. 2011. Uji Antagonisme Saccharomyces sp. dan Pseudomonas aeruginosa Terhadap Sembilan Jamur Patogen. Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan. Skripsi Sarjana. Fakultas Pertanian. Universitas Udayana
Muthahanas I, Listiana E. 2017. Skrining Streptomyces sp. Isolat Lombok Sebagai Pengendali Hayati Beberapa Jamur Patogen Tanaman. CROP AGRO Scientific Journal of Agronomy. 1(2): 130-136.
Nellawati NLCA, Kawuri R, Arpiwi NL. 2016. Uji Daya Hambat Streptomyces roseoflavus AL2 Terhadap Xanthomonas sp. Penyebab Penyakit Hawar Daun Bakteri (HBD) pada Tanaman Padi (Oryza sativa L.). Metamorfosa: Journal of Biological Sciences. 3(1): 1-7.
Nguyen XH, Naing KW, Lee YS, Kim YH, Moon JH, Kim KY. 2015. Antagonism of Antifungal Metabolites from Streptomyces griseus H7602 against Phytophthora capsici. Journal of Basic Microbiology. 55(1): 45-53.
Nurkanto A, Listyaningsih F, Julistiono H, Agusta A. 2010. Eksplorasi Keanekaragaman Aktinomisetes Tanah Ternate Sebagai Sumber Antibiotik. Jurnal Biologi Indonesia. 6(3): 325-339.
Palaniyandi SA, Yang SHD, Cheng JH, Meng L, Suh JW. 2011. Biological control of anthracnose (Colletotrichum gloeosporioides) in yam Streptomyces sp. MJM5763. Journal of applied microbiology. 111(2): 443-455.
Pertiwi PH, Lukiswanto BS, Rochmah K. 2015. Isolasi dan Identifikasi dan Penapisan Aktivitas Antimikroba Streptomyces sp. Isolat Tanah Lumpur Lapindo Sidoarjo. Veterinari Medika. 8(1): 51-58.
Purnomo E, Mukarlina, Rahmawati. 2017. Uji Antagonis Bakteri Streptomyces spp. Terhadap Jamur Phytophthora palmivora BBK10 Penyebab Busuk Buah pada Tanaman Kakao. Protobiont. 6(3): 1-7.
Ramazani A, Moradi S, Sorouri R, Javani S, Garshasbi M. 2013. Screening for Antibacterial Activity of Streptomyces Species Isolated from Zanjan Province, Iran. IJPCBS. 3(2): 342-349.
Sari DR. 2015. Isolasi dan Identifikasi Bakteri Tanah yang Terdapat di Sekitar Perakaran Tanaman. Jurnal Bio-Site. 1(1): 21-27.
Sari NM, Kawuri R, Khalimi K. 2012. Streptomyces sp. Sebagai Biofungisida Patogen Fusarium oxysporum (Schlecht) f.sp. lycopersici (Sacc.) Snyd. Et Hans. Penyebab Penyakit Layu pada Tanaman Toman (Solanum lycopersicum L.). Agrotrop: Journal on Agriculture Science. 2(2): 161-169.
Soeka YS, Triana, E. 2016. Pemanfaatan Limbah Kulit Udang untuk Menghasilkan Enzim Kitinase dari Streptomyces macrosporeus InaCC A454. Jurnal Kimia Terapan Indonesia (Indonesian Journal of Applie Chemistry). 18(1): 91-101
Sumardiyono C, Joko T, Kristiawati Y, Chinta YD. 2011. Diagnosis dan Pengendalian Penyakit Antraknosa pada Pakis dengan Fungisida. Jurnal Hama dan Penyakit Tumbuhan Tropika. 11(2): 194-200.
Tsurayya S, Kartika L. 2015. Kelembagaan dan Strategi Peningkatan Daya Saing Komoditas Cabai Kabupaten Garut. Jurnal Manajemen & Agribisnis. 12(1): 1-13.
Whipps JM. 1987. Effect of Media on Growth and Interactions between a Range of Soil-Borne Glasshouse Pathogens and Antagonistic Fungi. The New Phytologist. 107(1): 127-142.
Widyanti N, Giyanto. 2013. Kemampuan Aktinomiset Menghambat Pertumbuhan Sclerotium rolfsii dan Pembiakannya pada Medium Serbuk Gergaji. Jurnal Fitopatologi Indonesia. 9(1): 7-14.
Yurnaliza Y, Margino S, Sembiring L. 2011. Kemampuan Kitinase Streptomyces RKt5 sebagai Antijamur terhadap Patogen Fusarium oxysporum. Jurnal Natur Indonesia. 14(1): 42-46.
Yutthasin R, Thummabenjapone P, Hiransalee A. 2015. Antagonistic Streptomyces Selection to Broad Spectrum for Biological Control of Colletotrichum spp., Causal Agent of Anthracnose in Chilli. Journal of Pure and Applied Microbiology. 9(4): 2705-2715.
