Pertumbuhan planlet anggrek Cymbidium bicolor Lindl. pada tahap subkultur dengan variasi media
Abstrak
Cymbidium bicolor merupakan salah satu anggrek di Indonesia yang memiliki bunga yang indah dan tahan lama, sehingga berpotensi menjadi tanaman hias. Bunga anggrek C. bicolor mulai banyak dieksploitasi dari alam karena memiliki nilai ekonomis tinggi. Oleh karena itu, diperlukan metode untuk perbanyakan yaitu kultur jaringan tumbuhan. Salah satu tahap pada kultur jaringan tumbuhan adalah subkultur. Jenis media yang digunakan pada tahap subkultur mempengaruhi pertumbuhan planlet. Media yang digunakan antara lain Murashige and Skoog (MS), Vacin and Went (VW), dan New Phalaenopsis (NP). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis media berbeda pada tahap subkultur. Metode yang digunakan adalah kultur jaringan tumbuhan pada tahap subkultur planlet ke media perlakuan (MS, VW, dan NP). Planlet C. bicolor disubkultur dalam media MS, VW, NP dan diamati selama 2 bulan. Parameter yang diamati adalah kemunculan daun, jumlah daun, panjang daun, lebar daun, jumlah akar, panjang akar, dan jumlah tunas. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap faktor tunggal yaitu Jenis Media dengan 15 ulangan. Data dianalisis dengan ANOVA pada signifikansi 95%. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan jenis media berpengaruh nyata terhadap semua parameter. Media MS merupakan media terbaik untuk kemunculan daun (11 hari), jumlah daun (4.92), panjang daun (1,56 cm), lebar daun (0,33 cm), jumlah akar (2,67), panjang akar (2,73 cm), dan jumlah tunas (4,00). Media MS merupakan media terbaik untuk pertumbuhan C. bicolor pada tahap subkultur.
##plugins.generic.usageStats.downloads##
Referensi
Fitri ASS, Santoso AM. 2013. Ragam Orchidaceae Epifit di Kawasan Ubalan Kediri dan Prospeknya Sebagai Modal Bioekonomi Lokal. Proceeding Biology Education Conference 11(1): 365–370
Ikenganyia E, Anikwe M, Omeje T, Adinde J. 2017. Plant Tissue Culture Regeneration and Aseptic Techniques. Asian Journal of Biotechnology and Bioresource Technology 1(3): 1–6.
Jaime A, Silva T da. 2015. Ammonium to Nitrate Ratio Affects Protocorm Like Bodies PLB Formation In vitro of Hybrid Cymbidium. Journal of Ornamental Plants (Journal of Ornamental and Horticultural Plants) 3(3): 155–160
Kasutjianingati, Irawan R. 2013. Media Alternatif Perbanyakan In Vitro Anggrek Bulan (Phalaenopsis amabilis). Jurnal Agroteknos 3(3): 184–189
Krisdianto A, Saptiningsih E, Nurchayati Y, Setiari N. 2020. Pertumbuhan Plantlet Anggrek Phalaenopsis amabilis (L.) Blume Pada Tahap Subkultur Dengan Perlakuan Jenis Media Dan Konsentrasi Pepton Berbeda. Jurnal Metamorfosa: Journal of Biological Sciences 7(2): 40–47.
Leghari SJ, Wahocho NA, Laghari GM, HafeezLaghari A, MustafaBhabhan G, HussainTalpur K, Lashari AA. 2016. Role of nitrogen for plant growth and development : a review. Advances in Environmental Biology 10(9): 209–219
Merthaningsih NIP, Yuswanti H. 2018. Induksi Kalus pada Kultur Pollen Phalaenopsis dengan Menggunakan 2,4 Diklorofenoksiasetat. Agrotrop 8(1): 47–55
Nurhidayah T, Mardhiansyah M, Mulyani D. 2017. Pengaruh Sitokinin (Kinetin) dan Auksin (2,4 D) dalam Media Induksi Murashige dan Skoog terhadap Perkembangan Eksplan Meristem Apikal Tunas Anakan Tanaman Sagu (Metroxylon sagu Rottb.). Jurnal Agrotek Tropika 6(1): 23–28
Pertamawati. 2010. Pertumbuhan Tanaman Kentang (Solanum tuberosum L.) Dalam Lingkungan Fotoautotrof secara In vitro. Jurnal Sains dan Teknologi Indonesia 12(1): 31–37
Pradhan S, Regmi T, Parmar G, Pant B. 2013. Effect of Different Media on in vitro Seed Germination and Seedling Development of Cymbidium aloifolium (L.) Sw. Nepal Journal of Science and Technology 14(1): 51–56.
Rahmah S, Rahayu T, Hayati A. 2018. Kajian penambahan bahan organik pada media tanam VW pada organogenesis anggrek Dendrobium secara in vitro. Jurnal Sains Alami 1(1): 93–103
Rodinah R, Hardarani N, Ariani HD. 2018. Modifikasi Media Dan Periode Subkultur Pada Kultur Jaringan Pisang Talas (Musa paradisiaca VAR. SAPIENTUM L.). Jurnal Hexagro 2(2): 1–6.
Setiawati T, Zahra A, Budiono R, Nurzaman M. 2018. Perbanyakan In Vitro Tanaman Kentang (Solanum tuberosum [L.] cv. Granola) dengan Penambahan META-TOPOLIN pada Media Modifikasi MS (Murashige & Skoog). Jurnal Metamorfosa: Journal of Biological Sciences 5(1): 44–50
Uche OC, Ejiofor AP, Eziuche OC. 2016. (Comparative Growth Rates of Treculia africana Decne: Embryo in Varied Strengths of Murashige and Skoog Basal Medium). International Journal of Agricultural and Biosystems Engineering 10(9): 564–567
Utami ESW, Hariyanto S, Manuhara YSW. 2017. In vitro propagation of the endangered medicinal orchid, Dendrobium lasianthera J.J.Sm through mature seed culture. Asian Pacific Journal of Tropical Biomedicine 7(5): 406–410.
Wirawan BDS, Putra ETS, Yudono P. 2016. Pengaruh Pemberian Magnesium, Boron dan Silikon terhadap Aktivitas Fisiologis, Kekuatan Struktural Jaringan Buah dan Hasil Pisang (Musa acuminata) “Raja Bulu.” Vegetalika 5(4): 1–14.
Yang GH, Yang LT, Jiang HX, Li Y, Wang P, Chen LS. 2012. Physiological impacts of magnesium-deficiency in Citrus seedlings: Photosynthesis, antioxidant system and carbohydrates. Trees - Structure and Function 26(4): 1237–1250.
