HUBUNGAN STRES, EMOTIONAL EATING, DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN STATUS GIZI MAHASISWA TINGKAT AKHIR UNIVERSITAS UDAYANA
Abstrak
ABSTRAK
Masalah gizi sering terjadi pada usia dewasa awal. Pola makan dewasa awal sebagai mahasiswa tingkat akhir dapat bersifat emotional eating, dihubungkan dengan peningkatan stres dan penurunan aktivitas fisik. Untuk dapat mengetahui status gizi dan pola makan tersebut, penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan stres, emotional eating, dan aktivitas fisik dengan status gizi mahasiswa tingkat akhir Universitas Udayana. Merupakan penelitian kuantitatif cross-sectional. Data dikumpulkan pada bulan Maret 2023 pada 145 sampel mahasiswa yang dipilih secara acak bertingkat. Data status gizi berdasarkan IMT, stres dengan kuesioner DASS, emotional eating dengan DEBQ dan aktivitas fisik dengan IPAQ, kemudian dianalisis dengan chi square. Hasil analisis menunjukkan sebagian besar mahasiswa memiliki status gizi normal (65,3%). Terdapat hubungan signifikan antara stres (p = 0,003), emotional eating (p = 0,000), dan aktivitas fisik (p = 0,002) dengan status gizi mahasiswa tingkat akhir Universitas Udayana. Disimpulkan bahwa stres, emotional eating, dan aktivitas fisik berhubungan signifikan dengan status gizi. Disarankan mahasiswa dapat mengelola stres dengan baik, memperhatikan asupan makanan, serta tetap melakukan aktivitas fisik.
Kata Kunci: Stres, Emotional Eating, dan Aktivitas Fisik
