KUALITAS ORGANOLEPTIK DAGING SAPI BALI YANG DIMARINASI MENGGUNAKAN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.)
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas organoleptik daging sapi bali yang dimarinasi dengan menggunakan larutan belimbing wuluh pada konsentrasi yang berbeda yang dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak dan Mikrobiologi Fakultas Peternakan Universitas Udayana selama 2 bulan dari bulan Sempetmber sampai Oktober 2020. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan yang dinilai oleh 15 panelis semi-terlatih. Keempat perlakuan yakni: perendaman daging sapi bali tanpa larutan belimbing wuluh (P0), perendaman daging sapi bali menggunakan larutan belimbing wuluh pada konentrasi 20% (P1), perendaman daging sapi bali menggunakan larutan belimbing wuluh pada konentrasi 40% (P2), perendaman daging sapi bali menggunakan larutan belimbing wuluh pada konentrasi 60% (P3). Variabel yang diamati yakni uji organoleptik yang meliputi warna, aroma, tekstur, rasa, dan penerimaan keseluruhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh marinasi daging sapi bali menggunakan larutan belimbing wuluh pada konsentrasi yang berbeda terhadap organoleptik berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap warna, aroma, rasa dan penerimaan keseluruhan namun tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap tekstur. Kesimpulan dari penelitian ini adalah marinasi daging sapi bali menggunakan larutan belimbing wuluh pada konsentrasi yang berbeda mampu mempengaruhi kualitas organoleptik daging sapi bali. Konsentrasi larutan belimbing wuluh yang optimal untuk menghasilkan kualitas organoleptik daging sapi bali yang baik adalah konsentrasi 20% dilihat dari penilaian penerimaan panelis terhadap variabel warna, tekstur, rasa, dan penerimaan keseluruhan.
Kata kunci: konsentrasi, uji organoleptik, daging sapi bali, belimbing wuluh

