Perilaku Peternak dalam Pengolahan Limbah Ternak Babi di Desa Wisata Puhu, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar
Abstrak
Pengolahan limbah ternak babi yang tidak ditangani dengan baik dapat menjadi salah satu pemicu pencemaran lingkungan. Perilaku peternak babi sampai saat ini belum mengolah hasil limbah secara efisien. Kondisi tersebut terjadi karena kurang pedulinya peternak tentang cara penanganan limbah yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku dan hubungan persepsi, motivasi peternak dalam mengolah limbah ternak babi di Desa Puhu. Lokasi dipilih secara Purposive dengan alasan Desa Puhu merupakan desa wisata yang pengolahan hasil limbahnya belum dilakukan dengan baik. Responden ditentukan dengan cara Quota Purposive Sampling yaitu lima orang dari masing-masing dusun yang jumlahnya tujuh dusun di Desa Puhu, sehingga berjumlah 35 orang peternak babi. Data primer diperoleh dari wawancara langsung dan observasi, sedangkan data sekunder diperoleh dari catatan yang ada di Kantor Desa Puhu. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Puhu, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar yang berlangsung dari bulan Mei sampai Juli 2018. Analisis data dilakukan dengan cara deskriptif kualitatif dan uji koefisien korelasi jenjang Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku peternak dalam pengolahan limbah ternak babi termasuk dalam kategori sedang. Faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku seperti umur dan jumlah kepemilikan ternak berhubungan tidak nyata (P>0,01), tingkat pendidikan, luas penguasaan lahan, persepsi, dan motivasi memiliki hubungan sangat nyata (P<0,01) dengan perilaku peternak dalam pengolahan limbah ternak babi. Saran yang dapat disampaikan pada pemerintah agar lebih aktif memberikan penyuluhan atau pelatihan kepada peternak tentang pengolahan limbah ternak babi. Peternak agar lebih meningkatkan persepsi dan motivasi dalam mengolah limbah ternak babi, melalui pendampingan penyuluhan sehingga dapat meminimalisasi pencemaran lingkungan.
Kata kunci: Perilaku, Peternak babi, pengolahan limbah

