KECERNAAN NUTRIEN PADA SAPI BALI YANG DIBERI RANSUM TERFERMENTASI INOKULAN BAKTERI LIGNOSELULOLITIK KOLON SAPI DAN SAMPAH ORGANIK

  • Sobari M. PS. Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Udayana
  • I M. Mudita PS. Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Udayana
  • I G. L. O. Cakra PS. Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Udayana

Abstrak

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan teknologi fermentasi ransum dengan penambahan inokulan unggul bakteri lignoselulolitik dari kolon sapi bali dan sampah organik terhadap kecernaan nutrien sapi bali dan untuk mengetahui formula inokulan yang mampu menghasilkan ransum dengan kandungan nutrien yang lebih baik. Penelitian ini menggunakan rancangan bujur sangkar latin dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan terdiri atas: ransum difermentasi tanpa inokulan unggul (PSB0), ransum difermentasi dengan kultur bakteri terbaik 1, 2 dari kolon sapi bali dan terbaik 1, 2 dari sampah organik (PSB1), ransum difermentasi dengan kultur bakteri terbaik 1, 2 dari kolon sapi bali dan terbaik 1 dari sampah organik (PSB2), ransum difermentasi dengan kultur bakteri terbaik 1 dari kolon sapi bali dan terbaik 1, 2 dari sampah organik (PSB3). Peubah yang diamati adalah kecernaan bahan kering, kecernaan bahan organik, kecernaan serat kasar, kecernaan protein kasar, jumlah bahan kering tercerna, jumlah bahan organik tercerna, jumlah serat kasar tercerna dan jumlah protein kasar tercerna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecernaan nutrien ransum PSB1, PSB2 dan PSB3 nyata (P<0,05) lebih tinggi dibandingkan dengan ransum PSB0. Jumlah bahan kering dan bahan organik tercerna ransum PSB1, PSB2 dan PSB3 memiliki nilai yang berbeda tidak nyata (P>0,05) dibandingkan dengan ransum PSB0, sedangkan jumlah serat kasar dan protein kasar tercerna pada ransum PSB1, PSB2 dan PSB3 memiliki nilai yang nyata (P<0,05) lebih tinggi dibandingkan dengan PSB0. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa fermentasi ransum menggunakan inokulan unggul dari kolon sapi bali dan sampah organik dapat meningkatkan kecernaan nutrien dan jumlah nutrien tercerna pada ransum serta ransum PSB1 menunjukkan nilai kecernaan nutrien dan jumlah nutrien tercerna tertinggi dibandingkan ransum yang lain.


Kata kunci: kolon sapi, sampah organik, inokulan, dan nutrien ransum.

##plugins.generic.usageStats.downloads##

##plugins.generic.usageStats.noStats##

##submission.authorBiographies##

##submission.authorWithAffiliation##

PS Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Udayana, Jl. P.B. Sudirman, Denpasar

##submission.authorWithAffiliation##

PS Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Udayana, Jl. P.B. Sudirman, Denpasar

##submission.authorWithAffiliation##

PS Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Udayana, Jl. P.B. Sudirman, Denpasar

Diterbitkan
2018-07-03
##submission.howToCite##
M., Sobari; MUDITA, I M.; CAKRA, I G. L. O.. KECERNAAN NUTRIEN PADA SAPI BALI YANG DIBERI RANSUM TERFERMENTASI INOKULAN BAKTERI LIGNOSELULOLITIK KOLON SAPI DAN SAMPAH ORGANIK. Jurnal Peternakan Tropika, [S.l.], v. 6, n. 2, p. 318-334, july 2018. ISSN 2722-7286. Tersedia pada: <http://103.29.196.112/index.php/tropika/article/view/40491>. Tanggal Akses: 04 mar. 2026

##plugins.generic.recommendByAuthor.heading##