Spectacle Society dan Counter Culture: Peminat Modifikasi Motor Di Denpasar
Abstrak
Penelitian ini berfokus pada masyarakat tontonan (spectacle society) dan budaya tandingan (counter culture) pada komunitas peminat modifikasi motor di Denpasar. Tujuan penelitian ini adalah memaparkan serta menganalisis terkait masyarakat tontonan dan budaya tandingan pada modifikasi motor. Metode penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif-eksplanatif. Teori yang dipilih untuk menganalisis penelitian ini adalah teori masyarakat tontonan dari Guy Debord dan Budaya Tandingan dari Dick Hebdige. Hasil penelitian ini mengungkap masyarakat tontonan turut membentuk dalam kultur modifikasi motor, melalui masyarakat tontonan pelaku modifikasi didorong untuk terus mengikuti tren juga menjadikan modifikasi lebih dari sekedar hobi tetapi juga gaya hidup, yang dianggap dapat mewakili identitas dirinya dan juga, turut membentuk pelaku modifikasi yang melakukan modifikasi dalam upaya perlawanan atas budaya dominan juga keseragaman yang dibentuk oleh pembentuk regulasi juga berusaha membentuk komunitas yang mewakilinya.
Kata Kunci: Masyarakat Tontonan, Budaya Tandingan, Modifikasi Motor