Spectacle Society dan Counter Culture: Peminat Modifikasi Motor Di Denpasar

  • Bari Arvandi Maulana Sosiologi
  • Ikma Citra Ranteallo Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik Universitas Udayana
  • Wahyu Budi Nugroho

Abstrak

Penelitian ini berfokus pada masyarakat tontonan (spectacle society) dan budaya tandingan (counter culture) pada komunitas peminat modifikasi motor di Denpasar. Tujuan penelitian ini adalah memaparkan serta menganalisis terkait masyarakat tontonan dan budaya tandingan pada modifikasi motor. Metode penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif-eksplanatif. Teori yang dipilih untuk menganalisis penelitian ini adalah teori masyarakat tontonan dari Guy Debord dan Budaya Tandingan dari Dick Hebdige. Hasil penelitian ini mengungkap masyarakat tontonan turut membentuk dalam kultur modifikasi motor, melalui masyarakat tontonan pelaku modifikasi didorong untuk terus mengikuti tren juga menjadikan modifikasi lebih dari sekedar hobi tetapi juga gaya hidup, yang dianggap dapat mewakili identitas dirinya dan juga, turut membentuk pelaku modifikasi yang melakukan modifikasi dalam upaya perlawanan atas budaya dominan juga keseragaman yang dibentuk oleh pembentuk regulasi juga berusaha membentuk komunitas yang mewakilinya.


Kata Kunci: Masyarakat Tontonan, Budaya Tandingan, Modifikasi Motor

##plugins.generic.usageStats.downloads##

##plugins.generic.usageStats.noStats##
Diterbitkan
2025-06-24
##submission.howToCite##
MAULANA, Bari Arvandi; RANTEALLO, Ikma Citra; NUGROHO, Wahyu Budi. Spectacle Society dan Counter Culture: Peminat Modifikasi Motor Di Denpasar. JURNAL ILMIAH SOSIOLOGI: SOROT, [S.l.], v. 5, n. 1, june 2025. ISSN 2827-914X. Tersedia pada: <http://103.29.196.112/index.php/sorot/article/view/128921>. Tanggal Akses: 04 mar. 2026
Bagian
Articles