PERSEPSI INDIVIDU LINTAS AGAMA TERHADAP ISU BOIKOT PRODUK YANG BERASOSIASI DENGAN ISRAEL
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi individu lintas agama terhadap isu boikot produk yang berasosiasi dengan Israel di Kota Denpasar. Isu boikot produk pro-Israel sedang digaungkan oleh gerakan sosial aksi protes non-kekerasan global BDS yang menghimbau masyarakat global untuk memboikot konsumsi produk-produk perusahaan multinasional yang berasosiasi dengan Israel. Isu pemboikotan ini muncul karena agresi militer yang dilakukan pada tahun 2023 akibat Israel melakukan penyerangan di wilayah Jalur Gaza tepatnya merusak Masjid, Gereja, rumah penduduk, dan rumah sakit yang menjadi tempat pengobatan bagi korban agresi militer Israel. Ribuan korban tewas yang tercatat akibat penyerangan, yang di mana 70% korban merupakan anak-anak dan Wanita. Oleh karena itu, isu boikot menyebar dikalangan masyarakat global termasuk Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Analisis teori yang digunakan sebagai pisau bedah dalam penelitian ini adalah teori resepsi dari Stuart Hall. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa individu lintas agama Kota Denpasar memiliki persepsi masing-masing dalam merespons isu boikot. Hasil wawancara dari para Informan yang dilakukan dalam penelitian ini, terdapat 13 Informan yang akan di petakan dalam posisi audiens yang dikemukakan oleh Stuart Hall dalam teori Resepsi. Hasil pembagian posisi informan sebagai berikut; terdapat 2 informan berada pada posisi hegemonik dominan (dominant hegemonic position), 3 Informan pada posisi negosional (negotiated position), 8 informan berada pada posisi oposisional (oppositional position). Dalam hal ini, yang menjadi pertimbangan pada persepsi individu lintas agama adalah dampak yang akan terjadi pada aspek ekonomi, sosial, budaya, dan agama.