Representasi Perlawanan Perempuan Pada Budaya Patriarki Dalam Film Perempuan Berkalung Sorban Karya Hanung Bramantyo
Abstrak
Penelitian ini menganalisis bagaimana bentuk perjuangan perempuan pada budaya patriarki yang digambarkan dalam film Perempuan Berkalung Sorban. Film ini diangkat dari sebuah novel karya Abidah El Khalieqy, kemudian novel ini diadaptasi menjadi sebuah film yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo. Film Perempuan Berkalung Sorban rilis pada tahun 2009 dalam penelitian ini film tersebut dipilih sebagai objek penelitian karena film ini dipenuhi oleh kontraversi dalam penayangannya dan mengangkat tema kesetaraan gender di dalam masyarakat. Dalam penelitian ini, bersifat deskriptif-eksplanatif. Pembingkaian perlawanan perempuan pada budaya patriarki yang terdapat dalam Film Perempuan Berkalung Sorban dengan menggunakan analisis framing model Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki. Model analisis framing melalui empat tahapan yakni sintaksis, skrip, retoris, tematik. Bagian sintaksis dari film ini digambarkan melalui sosok Anissa dalam melakukan perlawanan terhadap budaya patriarki. Skrip menunjukan narasinarasi patriarki terhadap tokoh perempuan dalam film ini. Judul film merupakan bagian dari retoris, perjuangan Anissa melawan ketidakadilan menjadi bagian dari tematik. Teori yang dipilih sebagai pisau bedah dalam menganalisis penelitian ini adalah teori feminisme eksistensial Simone De Beauvoir dan teori budaya patriarki dari Sylvia Walby. Berdasarkan hasil analisis peneliti, film Perempuan Berkalung Sorban menunjukan bentuk-bentuk perlawanan perempuan yang dilakukan oleh tokoh perempuan pada film ini antara lain Anissa, Nyai Muthmainnah, para santriwati. Menunjukan bentuk-bentuk dari budaya patriarki yang masih berkembang dalam masyarakat pesantren dilakukan oleh Kiai Hanan, Syamsudin, beberapa tokoh pimpinan pesantren dan diluar pesantren dilakukan oleh masyarakat umum serta lembaga negara. Peneliti menyimpulkan perlawanan yang dilakukan oleh Anissa dan tokoh perempuan lainnya untuk mencapai posisi setara dengan kaum laki-laki ditempuh melalui maskulinitas.
Kata kunci: Perlawanan perempuan, budaya patriarki, film Perempuan Berkalung Sorban, feminisme eksistensial Simone De Beauvoir, analisis framing Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki.