ANALISIS RISIKO PENDAPATAN CABAI MERAH PADA LAHAN SAWAH DATARAN TINGGI DI KABUPATEN KARANGASEM, BALI
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan, tingkat risiko pendapatan, sumber dan mitigasi risiko pendapatan usahatani cabai merah. Analisis usahatani digunakan untuk mengetahui pendapatan; coefficient variation untuk mengukur risiko pendapatan, dan analisis deskriptif kualitatif untuk mengidentifikasi sumber dan mitigasi risiko pendapatan. Lokasi penelitian dipilih
secara sengaja yaitu di Subak Iseh, Kabupaten Karangasem. Penelitian ini menggunakan data sekunder serta data primer. Responden diambil secara acak sederhana, yaitu petani yang mengusahakan cabai merah pada tahun 2016/2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan usahatani cabai merah pada musim hujan sebesar Rp 42.793.576,79/ha/musim tanam dan Rp 46.541.506,17/ha/musim tanam pada musim kemarau. Risiko pendapatan bersumber dari pesaing, lingkungan fisik, dan lingkungan operasional. Jenis risiko antara lain harga; keadaan cuaca dan iklim; serangan hama dan serangan penyakit; gulma; dan teknik berusahatani yang belum optimal. Tingkat risiko pendapatan pada musim hujan (3,06) lebih tinggi dibandingkan pada musim kemarau (2,89). Mitigasi risiko pendapatan adalah (1) risk planning melalui pemilihan benih tahan serangan hama penyakit dan cekaman lingkungan; memilih waktu tanam yang tepat, memilih teknik budidaya dan panen yang lebih baik; menentukan luas tanam yang optimal; (2) risk limitation, yaitu organisasi subak mengembangkan kemitraan usaha yang handal dalam pemasaran produk.








