HUBUNGAN ANTROPOMETRI TULANG PANJANG TERHADAP TINGGI BADAN MAHASISWA SUKU BATAK TOBA DI KOTA BEKASI
Abstrak
Antropologi forensik adalah penerapan cabang spesifik antropologi biologi berdasarkan tulang dan anatomi manusia. Antropometri merupakan salah satu metode dengan cara mengukur bagian tubuh. Pengukuran tinggi badan merupakan suatu parameter antropologi forensik yang membantu membangun profil biologis seseorang. Tinggi badan dapat ditentukan melalui ukuran tulang panjang diantaranya tulang humerus, radius, ulna, femur, tibia, dan fibula. Penelitian mengenai tinggi badan ini dilakukan pada mahasiswa suku Batak Toba. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan hubungan antropometri panjang tulang panjang terhadap tinggi badan mahasiswa suku Batak Toba di kota Bekasi. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di kota Bekasi dengan subjek penelitian berjumlah 60 orangĀ mahasiswa yang terdiri atas 30 orang laki-laki dan 30 orang perempuan dengan rentang usia 18-22 tahun dari suku Batak Toba yang tidak memiliki kelainan tulang. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan uji Korelasi Pearson (r). Parameter yang dianalisis dalam penelitian ini adalah panjang humerus, radius, ulna, femur, tibia, fibula, tinggi badan, tinggi duduk, berat badan, dan indeks massa tubuh. Hasil analisis uji Korelasi Pearson (r) menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara panjang tulang humerus, radius, ulna, femur, tibia, fibula dan tinggi duduk terhadap tinggi badan dengan korelasi yang kuat hingga sempurna, sedangkan hubungan antara indeks massa tubuh terhadap tinggi badan tidak berbeda signifikan dan tidak adanya korelasi pada mahasiswa suku Batak Toba di kota Bekasi.
Kata kunci: tinggi badan, tulang panjang, antropometri, suku Batak Toba
##plugins.generic.usageStats.downloads##

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.



