GREEN PEAFOWL (Pavo muticus) FEATHERS’S NEEDED FOR REOG PONOROGO
Abstrak
Ringkasan. Kesenian Reog Ponorogo merupakan budaya asli Indonesia yang berasal dari Jawa Timur. Barongan (dadak merak) sebagai salah satu unsur dominan Reog Ponorogo memanfaatkan bagian satwa dilindungi jenis merak hijau (Pavo muticus). Hasil penelitian yang dilakukan di salah satu penangkaran merak di Madiun dan terhadap 4 kelompok pengrajin dadak merak di Kabupaten Ponorogo (Jawa Timur) yang dilakukan pada tahun 2018, diketahui bahwa seekor merak jantan dapat menghasilkan 100-150 helai bulu setiap kali musim rontok, sedangkan kebutuhan sebuah barongan adalah 900 – 1.500 helai bulu merak. Sehingga untuk dapat mencukupi kebutuhan bulu merak untuk para pengrajin dadak merak yang ada di Kabupaten Ponorogo, dibutuhkan 20 buah penangkar merak hijau dengan jumlah jantan dewasa setidaknya 6-10 ekor.
##plugins.generic.usageStats.downloads##
Referensi
BirdLife International. 2001. Threatened birds of Asia: the BirdLife International Red Data Book. BirdLife International, Cambridge, U.K.
Brickle, N.W. 2002. Habitat use, predicted distribution and conservation of green peafowl (Pavo muticus) in Dak Lak Province, Vietnam. Biological Conservation 105(2): 189-197.
CITES. 2020. Pavo muticus. Available at https://checklist.cites.org. (Accessed: 17 Juli 2020)
Hernowo, J.B. 1995. Ecology and behavior of the green peafowl (Pavo muticus Limnaetus 1766) in the Baluran National Park, East Java, Indonesia. Faculty of Forest Science. Georg August University Gottingen. Gottingen.
Hernowo, J.B. 1999. Habitat and local distribution of javan green peafowl (Pavo muticus muticus Limnaetus 1758) in Baluran National Park, East Java. Media Konservasi. Vol. VI (1): 15-22
Hoogerwerf. A. 1970. Ujungkulon the land of the last javan rhinoceros. E.J.Brill Leiden. Netherland
IUCN. 2020. IUCN Red List of Threatened Species (ver. 2020.2). Available at: http://www.iucnredlist.org. (Accessed: 17 Juli 2020).
MacKinnon, J., Phillipps, K. & Balen, S. van. 1998. Burung-burung di Sumatera, Jawa, Bali dan Kalimantan (termasuk Sabah, Sarawak dan Brunei Darrussalam). Puslitbang Biologi-LIPI Jakarta.
Setiadi, T. 2012. Predicting the Distribution of Green Peafowl Pavo muticus in Java Indonesia Using A Species Distribution Model. Dissertation submitted to the University of East Anglia, in partial fulfilment of the requirements for the degree of Master of Science in Applied Ecology – European Programme.
Van Balen. 1988. Forest fragmentation and the survival of forest birds in Java: a preliminary report in Proceeding of the Deutscher Akademischer Nachkontakt Seminar. pp.155-165.
Van Balen. D. Prawiradilaga; M. Indrawan; A. Marakarmah; I.W.A. Dirgayusa & M.A. Isa. 1991. Notes on the distribution and status of green peafowl on Jawa. World Pheasant Association-Worldwide Fund for Nature-Indonesia Programe. Bogor
Van Balen, S., Prawiradilaga, D.M. & Indrawan, M. (1995) The distribution and status of green peafowl Pavo muticus in Java. Biological conservation, 71, 289–297.
Wardani, R.B. 2015. Perkembangan bentuk Dhadhak Merak dalam pertunjukan Reog tahun 1995-2005 di Kabupaten Ponorogo. Skripsi Jurusan Seni dan Desain Fakultas Sastra-Universitas Negeri Malang

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.



