Pengaruh Desa Wisata terhadap Perubahan Penggunaan Lahan di Desa Sedit Kabupaten Bangli
Abstrak
Abstrak
Peraturan Pemerintah No. 16 Tahun 2014 Kabupaten Bangli di Bali menetapkan Desa Sedit sebagai salah satu dari dua puluh dua Desa Wisata, yang direncanakan untuk menjadi tempat Pariwisata berbasis komunitas. Seperti sering terjadi, kebijakan tersebut ditujukan untuk meningkatkan ekonomi semua pihak yang terlibat, pada level berbeda. Ini bertujuan untuk mengurangi jumlah orang yang bermigrasi keluar Desa dan memasuki kota karena alasan ekonomi. Namun, ketika perkembangan semena-mena tidak dikelola dengan baik, akan menghasilkan masalah yang mungkin menyebabkan biaya lebih besar dari manfaat ekonomi yang didapat. Mengkontekstualisasikan fokusnya pada keadaan ini, artikel ini membahas dampak industri pariwisata terhadap pemanfaatan lahan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan kuantitatif dengan mengandalkan data yang diperoleh dari responden dengan teknik wawancara dan pendistribusian kuesioner. Hasil studi menguatkan kecenderungan perkembangan yang terjadi di banyak negara berkembang di mana keuntungan ekonomi jangka pendek mengalahkan kepentingan sosial dan lingkungan. Kondisi ini juga terjadi dalam pengembangan Desa Sedit sebagai destinasi pariwisata berbasis masyarakat. Beberapa kasus relevan yang berkaitan dengan perubahan penggunaan lahan disajikan untuk mendukung pernyataan ini. Yang menonjol di antara pernyataan yang telah dipaparkan adalah kecepatan konversi sawah menjadi fungsi komersial untuk pendukung industri pariwisata. Karena pertanian tetap menempati posisi utama sumber pengihidupan di desa, kondisi seperti itu idealnya harus diperhitungkan, sebelum terlambat.
Kata kunci: Pengaruh, Pariwisata Berbasis Komunitas, Perubahan Penggunaan Lahan, Desa Sedit
##plugins.generic.usageStats.downloads##
The copyright of the received article shall be assigned to the journal as the publisher of the journal. The intended copyright includes the right to publish the article in various forms (including reprints). The journal maintains the publishing rights to the published articles.
