Pemanfaatan Ruang Terbuka Publik sebagai Setting Kegiatan Ngaben Masal di Banjar Teges Kawan Yangloni, Peliatan
Abstrak
Desa Peliatan, yang letaknya berdekatan dengan Desa Ubud yang terkenal, telah mengalami perkembangan yang sangat pesat sebagai destinasi wisata. Kondisi ini telah meningkatkan kebutuhan akan lahan, yang menggerus ketersediaan ruang untuk kepentingan kumunal-insidentil seperti misalnya, kegiatan ritual, seremonial dan terkait tradisi. Dalam menyiasati keadaan ini, kegiatan komunal ini diwadahi di ruang publik yang sudah ada, yang keberadaanya juga semakin terbatas. Konflik terjadi ketika praktek ini mengganggu formasi fisik dari ruang publik dan sekaligus fungsi-fungsi yang harus dilakoninya. Dengan mengambil pemanfaatan ruang terbuka publik sebagai site untuk pelaksanaan upacara kremasi masal di Desa Peliatan sebagai studi kasusnya, penelitian ini menganalisa dampak rentetan prosesi ritual terhadap eksistensi ruang terbuka publik beserta fungsinya. Studi ini menerapkan pendekatan induktif dengan mengimplementasikan metode riset kualitatif deskriptif. Adapun temuan yang diperoleh adalah, pemanfaatan ruang terbuka publik sebagai wadah upacara ngaben masal bersifat destruktif. Fungsi ritual ini telah menurunkan kualitas fisik dari tatanan spasial ruang publik dengan merusak elemen-elemen pembentuknya. Ini termasuk elemen yang bersifat fix, semi-fix, dan tidak fix. Artikel ini juga merangkum bahwa diperlukan strategi serta pola pengaturan yang relavan, jika ruang publik akan dimanfaatkan untuk fungsi-fungsi komunal yang lebih luas dan berskala masal.
Kata kunci: ruang terbuka publik, kegiatan ngaben masal, prosesi ritual, tatanan spasial
##plugins.generic.usageStats.downloads##
The copyright of the received article shall be assigned to the journal as the publisher of the journal. The intended copyright includes the right to publish the article in various forms (including reprints). The journal maintains the publishing rights to the published articles.
