Karakteristik Minyak Goreng Bekas yang Dihasilkan di Kota Denpasar
Abstrak
Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik minyak goreng bekas di kota Denpasar agar diketahui kualitas minyak goreng bekas tersebut sehingga pemanfaatannya tidak untuk dikonsumsi lagi melainkan diolah menjadi produk-produk non pangan dengan perlakuan pendahuluan yang tepat. Populasi dalam penelitian ini adalah semua minyak goreng bekas yang dihasilkan di kota Denpasar. Penentuan sampel penelitian dilakukan menggunakan metode purposive sampling dengan beberapa pertimbangan yaitu (1) Pemilihan hotel/restoran dengan rata-rata occupancy diatas 70% per tahun, (2) Pedagang gorengan dan lalapan kaki lima yang setiap hari berproduksi menggunakan minyak goreng diatas 10 Liter/hari. Sehingga diperoleh 21 buah sampel minyak goreng bekas dari ketiga sumber penggambilan sampel tersebut. Variabel yang diamati yaitu kadar air, angka peroksida dan asam lemak bebas. Hasil penelitian menunjukkan minyak goreng bekas yang memiliki kadar air tertinggi bersumber dari pedagang lalapan kaki lima yaitu 0,40% sedangkan terendah pada hotel/restoran yaitu 0,09%. Angka peroksida tertinggi diperoleh pada pedagang gorengan kaki lima yaitu 13,27 MeqO2/1000 sedangkan terendah pada hotel/restoran yaitu 12,76 MeqO2/1000. Asam lemak bebas tertinggi diperoleh pada pedagang lalapan kaki lima yaitu 0,35% sedangkan terendah pada hotel/restoran yaitu 0,19%.
##plugins.generic.usageStats.downloads##

