Proyeksi Traffic Jaringan Gigabit Passive Optical Network Pada Cluster Sumbersari Jembrana
Abstrak
Intisari— Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui proyeksi pertumbuhan pelanggan dan trafik pada cluster sumbersari dalam lima tahun. Penelitian ini memiliki tiga tahapan yaitu pengumpulan data pelanggan dan trafik, membuat proyeksi pertumbuhan pelanggan dan trafik serta menganalisa proyeksi pertumbuhan pelanggan dan trafik di cluster sumbersari. Hasil dari penelitian ini yaitu pada jaringan eksisting cluster sumbersari menggunakan jaringan gigabit passive optical network dengan arsitektur fiber to the home dengan cascading passive splitter 1:8 dan 1:8. Cluster sumbersari memiliki kapasitas 512 pelanggan (home pass) dan 323 pelanggan eksisting yang sudah terpasang (home connected) dengan nilai take up ratio 63% dan juga cluster sumbersari memiliki trafik maksimum rata – rata sebesar 454 Mbps dengan kapasitas trafik 1000 Mbps. Cluster sumbersari memiliki proyeksi pertumbuhan pelanggan pada tahun 2026 sebesar 605 pelanggan sehingga perlu adanya ekspansi untuk memenuhi kebutuhan proyeksi pertumbuhan pelanggan. Cluster sumbersari memiliki proyeksi pertumbuhan trafik pada tahun 2026 sebesar 805 Mbps sehingga tidak perlu adanya penambahan kapasitas trafik.
Kata Kunci— Take up ratio, homepass, homeconnected, traffic
##plugins.generic.usageStats.downloads##
Referensi
[2] R. Dewantara, P. A. Cakranegara, A. J. Wahidin, A. Muditomo, I. Gede, dan I. Sudipa, “Implementasi Metode Preference Selection Index Dalam Penentuan Jaringan Dan Pemanfaatan Internet Pada Provinsi Indonesia,” 2022.
[3] I. M. R. Suarimbawa, L. Linawati, dan N. P. Sastra, “Analisis Pemanfaatan Internet di Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung,” Majalah Ilmiah Teknologi Elektro, vol. 17, no. 2, hlm. 185, Nov 2018, doi: 10.24843/mite.2018.v17i02.p04.
[4] A. Delano dan D. W. Astuti, “PERANCANGAN JARINGAN FTTH KONFIGURASI BUS DUAL STAGE PASSIVE SPLITTER UNDERGROUND ACCESS DI CLUSTER MISSISIPI, JAKARTA GARDEN CITY,” 2017.
[5] B. Dermawan, I. Santoso, dan T. Prakoso, “ANALISIS JARINGAN FTTH (FIBER TO THE HOME) BERTEKNOLOGI GPON (GIGABIT PASSIVE OPTICAL NETWORK),” 2016.
[6] I. Hanif dan D. Arnaldy, “Analisis Penyambungan Kabel Fiber Optik Akses Dengan Kabel Fiber Optik Backbone Pada Indosat Area Jabodetabek,” 2017.
[7] M. Ahied, “ANALISIS PENYAMBUNGAN FIBER OPTIK (FO) DENGAN METODE FUSI PADA JARINGAN TELEKOMUNIKASI DI KAMPUS UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA KETINTANG,” Jurnal Ilmiah Edutic, vol. 2, no. 2, 2016.
[8] A. Fitriyani, T. N. Damayanti, dan M. S. Yudha, “Perancangan Jaringan Fiber To The Home (FTTH) Perumahan Natendah Kopo,” 2015.
[9] I. Mahjud dkk., “Perancangan Jaringan Fiber To The Home (FTTH) PT. Telkom Indonesia (Persero) Tbk Witel Makassar di Desa Bontomanai Bulukumba,” Jurnal Teknologi Elekterika, vol. 19, no. 2, hlm. 123, Mei 2022, doi: 10.31963/elekterika.v6i2.3803.
[10] A. A. E. Paramarta, G. Sukadarmika, dan P. K. Sudiarta, “Analisis Kualitas Jaringan Lokal Akses Fiber Optik Pada Indihome PT. TELKOM di Area Jimbaran,” Teknologi Elektro, vol. 16, 2017.
[11] A. Muharor, B. Panjiasmara, dan Z. Bonok, “ANALISIS PENTRANSMISIAN FIBER OPTIK SALURAN UDARA PADA PANJANG GELOMBANG 1310 nm Dari Optical Distribution Point (ODP)-Optical Network Termination (ONT),” Jambura Journal of Electrical and Electronics Engineering, 2019.
[12] D. Rahmayanti, Z. Azyati, dan A. R. Utami, “Analisa Performansi Jaringan Telekomunikasi Fiber to the Home (FTTH) Menggunakan Metode Power Link Budget Pada Kluster Bhumi Nirwana Balikpapan Utara,” vol. 6, no. 1, 2022, doi: 10.22373/crc.v6i1.11841.
[13] S. Ridho dkk., “Perancangan Jaringan Fiber to the Home (FTTH) pada Perumahan di Daerah Urban (Fiber to the Home (FTTH) Network Design at Housing in Urban Areas),” 2020.
[14] Y. Yustini, A. A. Asril, H. N. Nawi, R. Hafizt, dan A. Warman, “Implementasi dan Perfomansi Jaringan Fiber To The Home dengan Teknologi GPON.,” Jurnal Teknologi Elekterika, vol. 5, no. 2, hlm. 59, Nov 2021, doi: 10.31963/elekterika.v5i2.3032.
[15] F. Pahlawan dkk., “Perancangan Jaringan Akses Fiber To The Home (FTTH) Menggunakan Teknologi Gigabit Passive Optical Network (GPON): Studi Kasus Perumahan Graha Permai Ciputat,” vol. 2, 2017.
[16] I. Putu, Y. P. Putra, P. Ketut Sudiarta, G. Sukadarmika, dan J. T. Elektro, “Studi Perbandingan Jaringan Optik Eksisting dengan Gigabit Passive Optical Network (GPON) di Kampus Universitas Udayana Bukit Jimbaran,” 2018.
[17] I. P. Gede, Y. Pratama, G. Sukadarmika, dan P. K. Sudiarta, “Perancangan Jaringan Fiber To The Home (FTTH) Menggunakan Teknologi Gigabyte Passive Optical Network (GPON) pada Mall Park23 Tuban,” 2017.
[18] D. Rahmayanti, Z. Azyati, dan A. R. Utami, “Analisa Performansi Jaringan Telekomunikasi Fiber to the Home (FTTH) Menggunakan Metode Power Link Budget Pada Kluster Bhumi Nirwana Balikpapan Utara,” vol. 6, no. 1, 2022, doi: 10.22373/crc.v6i1.11841.
[19] Y. Wismaya dan L. Jambola, “Analisis Kinerja Sistem Penyambungan Serat Optik Menggunakan Metoda Fusion Splicing Pada Ruas Soreang-Nanjung,” 2018.
[20] S. Handayani dan P. T. Pungkasanti, “Monitoring dan Analisis Trafik di Jaringan USM Menggunakan Multi Router Traffic Grapher,” 2014.
[21] A. Widya dan M. Gaffar, “Buletin Sistem Informasi dan Teknologi Islam Pengklasifikasian Kecepatan Transfer Data Pada Jaringan Backbone Menggunakan K-Means INFORMASI ARTIKEL ABSTRAK,” vol. 2, no. 2, hlm. 126–130, 2021, [Daring]. Tersedia pada: http://netmon.unmul.ac.id.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License