Analisa Penggunaan WebRTC dan Websocket pada Real Time Multiplayer Online Game Tradisional Ceki
Abstrak
Ceki adalah salah satu permainan kartu tradisional yang pernah cukup popular di Malaysia, Singapura dan Indonesia. Di Bali permainan ceki sudah menjadi tradisi, dimana permainan ceki dimainkan saat adanya kegiatan masyarakat. multiplayer online games adalah salah satu cara untuk mengenalkan dan mengembangkan games tradisional menjadi lebih menarik untuk dimainkan. Permasalahan yang sering dihadapi untuk mengembangkan multiplayer online game diantaranya adalah permasalahan latency yang berbeda dari masing-masing pemain sehingga bisa mengganggu permainan dari pemain lain yang memiliki latency lebih baik. Pada penelitian ini akan dibangun real time multiplayer online game untuk memainkan permainan tradisional ceki. membahas bagaimana aturan-aturan dari permainan tradisional ceki yang didapat dari aturan permainan masyarakat Bali akan diterapkan pada game engine dari multiplayer online game, bagaimana implementasi arsitektur multiplayer online game pada web-browser yang berbasis client-server dan peer to peer. Fokus dari penelitian ini adalah pada performansi dari penggunaan websocket dan webRTC terhadap latency dan penggunaan bandwidth untuk sinkronisasi data yang mendukung real time multiplayer online game berbasis peer to peer. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini dilihat rata-rata latency yang dibutuhkan untuk sinkronisasi data antara websocket dibandingkan dengan webRTC sangat signifikan. Jumlah pemain tidak berpengaruh pada latency baik pada websocket maupun webRTC.
##plugins.generic.usageStats.downloads##
Referensi
[2] D.Varun Ranganathan, Design Patterns for Multiplayer Card Games. Computer, Communication and Signal Processing (ICCCSP). Chennai: IEEE, 2017.
[3] H. C. Kusuma, Rancang Bangun Aplikasi Massive Multiplayer Online Role Playing Game Berbasis Client-Server dengan Optimaliasi Paket. Electronic computers. Computer science, Surabaya, jul. 2011.
[4] M. Somantri, A. Darmariyadi, Penerapan Pengolahan Paralel Model Cluster Sebagai Web Server. Majalah Ilmiah Teknologi Elektro, [S.l.], v. 6, n. 1, jan. 2007. ISSN 2503-2372. Available : https://ojs.unud.ac.id/index.php/JTE/article/view/233.
[5] P. L Greco, (2017). HTML5 WebSocket: A Quantum Leap in Scalability for the Web. Retrieved from websocket.org: http://www.websocket.org/quantum.html.
[6] Mozilla Developer Network. (2015). Websockets. Retrieved from MDN web docs: https://developer.mozilla.org/en-US/docs/Glossary/WebSockets.
[7] Yuzo Fujishima, F. U. (2009, Desember 9). Web Sockets Now Available In Google Chrome. Retrieved from blog.chromium.org: https://blog.chromium.org/2009/12/web-sockets-now-available-in-google.html.
[8] I. Fette, A. Melnikov, Relationship to TCP and HTTP, RFC 6455 The WebSocket Protocol. IETF. sec. 1.7, Dec. 2011.
[9] K. K. Dev, WebRTC Implementation Analysis and Impact of Bundle Feature, International Conference on Communication Systems and Network Technologies. 5. Gwalior, India: IEEE, 2015.
[10] L. A. Sajjad Taheri, WebRTCBench: A Benchmark for Performance Assessment of WebRTC Implementations, Embedded Systems For Real-time Multimedia (ESTIMedia). 13, Amsterdam: IEEE, 2015.
[11] W3C, WebRTC 1.0: Real-time Communication Between Browsers. Available: https://www.w3.org/TR/2008/WD-html5-20080610/comms.html#tcp-connections, 2018.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License