THE EFFECT OF FORAGE AND CONCENTRATE IN DIETS TO RESPOND RUMEN FERMENTATION AND MICROBIAL PROTEIN SYNTHESIS OF BALI HEIFER CALVES
Abstrak
Guna memenuhi kebutuhan daging dalam negeri dan mengurangi import, pemerintah terus berupaya
mengembangkan bibit sapi lokal baik kuantitas maupun kualitas. Diantara sapi lokal yang diternakkan di Indonesia,
sapi bali paling diminati (32,31%). Penelitian menggunakan pedet sapi bali calon induk sebanyak 12 ekor dengan
berat badan ± 100 kg. Empat jenis ransum merupakan imbangan antara hijauan dan konsentrat dipergunakan
sebagai perlakuan yaitu: konsentrat 40% : rumput raja 60% (perlakuan A); konsentrat 45% : rumput raja 55%
(perlakuan B); konsentrat 50% : rumput raja 50% (perlakuan C) : konsentrat 55% dan rumput raja 45% (perlakuan
D). Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK). Peubah yang diamati adalah proses
fermentasi rumen antara lain: pH, NH3, VFA total dan partial (asam asetat, propionat dan butirat), sistesis protein
mikroba dan jumlah protozoa. Hasil penelitian menunjukkan, perlakun D menghasilkan NH3 dan VFA Total
tertinggi masing-masing 14,66 mMol dan 165,38 mMol dibanding semua perlakuan lainnya. Asam propionat juga
tertinggi pada perlakuan D yaitu 27,87 mMol dan sintesis protein mikroba (SPM) 368,62 g/e/h. Berdasarkan hasil
penelitian ini dapat disimpulkan, semakin tinggi proporsi konsentrat dalam ransum pedet sapi bali calon induk
maka semakin banyak sumber energi yang tersedia sehingga pasokan SPM untuk hewan inang semakin tinggi.
##plugins.generic.usageStats.downloads##

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


