THE INTEGRATED NEUROMUSCULAR INHIBITION TECHNIQUE LEBIH MENINGKATKAN LINGKUP GERAK SENDI LEHER DARIPADA CONTRACT RELAX STRETCHING PADA KASUS SINDROM MYOFASCIAL OTOT UPPER TRAPEZIUS
Abstrak
ABSTRAK
Sindrom myofascial pada otot upper trapezius merupakan nyeri otot yang ditandai oleh satu atau beberapa
myofascial trigger point pada otot upper trapezius. Posisi kerja statis dalam jangka waktu lama memicu timbulnya
masalah tersebut dan mengakibatkan nyeri dan keterbatasan gerak pada leher sehingga akan menimbulkan disabilitas
leher. Penanganan fisioterapi berupa integrated neuromuscular inhibition technique (INIT) dan contract relax stretching
yang dikombinasikan dengan modalitas ultrasound berdampak pada penurunan disabilitas leher. Tujuan: mengetahui
metode yang lebih efektif dalam meningkatkan lingkup gerak sendi leher pada sindrom myofascial otot upper trapezius.
Metode: jenis penelitian eksperimental dengan rancangan randomized pre test and post test group design. Sampel
sebanyak 24 orang dibagi menjadi dua kelompok masing-masing 12 orang secara random. Kelompok perlakuan 1
dengan kombinasi INIT dengan ultrasound, sedangkan perlakuan 2 dengan contract relax stretching dengan ultrasound.
Data diperoleh dengan mengukur lingkup gerak sendi leher (LGS) saat lateral fleksi dengan goniometer pada saat
sebelum dan setelah perlakuan. Hasil: diperoleh peningkatan LGS 5,083±1,0840 (p<0,001) pada Kelompok 1 dan
peningkatan LGS 3,333±0,7780 (p<0,001) pada kelompok 2. Hal ini berarti bahwa dalam setiap kelompok terjadi
peningkatan lingkup gerak sendi leher secara bermakna. Hasil uji antar kelompok menunjukkan terdapat perbedaan
yang bermakna pada peningkatan LGS (p<0,001). Simpulan: penambahan INIT lebih meningkatkan lingkup gerak
sendi leher daripada contract relax stretching pada kasus sindrom myofascial otot upper trapezius
Kata kunci : myofascial, trapezius, INIT, ultrasound, stretching, lingkup gerak sendi leher