Uji Antioksidan Ekstrak Daun Tanaman Leunca (Solanum nigrum L.)
Abstrak
Tanaman leunca (Solanum nigrum L.) merupakan salah satu tanaman yang sering digunakan sebagai bahan pangan bagi masyarakat Indonesia. Daun tanaman leunca banyak dimanfaatkan untuk obat-obatan herbal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan fitokimia dan aktivitas antioksidan dari ekstrak daun leunca (Solanum nigrum L.). Penelitian dilakukan di Laboratorium Analitik Universitas Udayana, Laboratorium Organik Program Studi Kimia Universitas Udayana dan Laboratorium Fakultas Teknologi Pertaian Universitas Udayana. Uji fitokimia dilakukan untuk mengetahui keberadaan senyawa alkaloid, steroid/triterpenoid, flavonoid, fenol dan tanin. Aktivitas antioksidan ekstrak daun leunca (Solanum nigrum Linn) diuji dengan metode DPPH (1-1-difenil-2-pikrilhidrazil), dengan 5 konsentrasi yang berbeda dan teridiri dari 4 ulangan. Ekstrak daun leunca positif mengandung senyawa alkaloid, steroid/triterpenoid, flavonoid, fenol dan tanin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun leunca kering dan ekstrak daun leunca segar memiliki aktivitas antioksidan yang berbeda. Ekstrak daun leunca kering tergolong antioksidan kuat dengan nilai aktivitas antioksidan 64,40 %, nilai IC50 sebesar 95,12 ppm dan ekstrak daun leunca segar tergolong antioksidan lemah dengan nilai aktivitas antioksidan sebesar 16,83%, nilai IC50 sebesar 243,66 ppm.
Kata Kunci : Solanum nigrum L., herbal, fitokimia, antioksidan, DPPH.
