Antagonis Pseudomonas fluorescens indegenous terhadap Ralstonia solanacearum pada Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum)
Abstrak
Tomat (Lycopersicum esculentum) adalah salah satu tanaman sayuran terpenting di Sumatera Barat. Di provinsi ini, tomat ditanam di daerah dataran tinggi Solok, Padang Panjang, Tanah Datar dan Bukittinggi. Setiap tahun, meningkatnya permintaan tanaman ini berasal dari provinsi lain di Sumatra dan Jawa. Peluang ini merangsang aktivitas agribisnis tomat di Sumatera Barat, namun tanaman tersebut mati karena penyakit layu bakteri yang paling parah yang disebabkan oleh Ralstonia solanacearum. Tujuan dari penelitian ini untuk memilih antagonis Pseudomonas fluorescens sebagai agen kontrol biologis terhadap R. solanacearum. Kandidat antagonis P. fluorescens dikumpulkan dari tomat yang sakit dengan gejala R. solanacearum di beberapa perkebunan tomat di Sumatera Barat. Studi antagonis dilakukan Maret hingga Juli 2016 di Laboratorium Mikrobiologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Andalas. Masing-masing kandidat yang dikumpulkan untuk menemukan karya antagonis, dan ditumbuhkan antagonis dengan R. solanacearum pada media Nutrient Agar. Hasil penelitian menemukan bahwa terdapat 16 isolat P. fluorescens yang terjadi. Kemampuan antagonis terbaik di antara para kandidat adalah dari Pfi dengan zona diameter 4,95 cm.
Kata kunci: tomat, Ralstonia solanacearum, Pseudomonas fluorescens, agen kontrol biologi, Pfi
