Pemberian Ekstrak Kacang Merah (Phaseolus vulgaris L) Menurunkan Kadar Malondialdehid (MDA) Darah Tikus Putih (Rattus norvegicus) Jantan dengan Aktivitas Fisik Berlebih
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa pemberian ekstrak kacang merah (Phaseolus vulgaris L) menurunkan kadar malondialdehid darah tikus putih (Rattus norvegicus) jantan dengan aktivitas fisik berlebih. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental murni yang menggunakan pre-test post-test control group design. Tikus dipilih secara random kemudian dibagi menjadi 3 kelompok yaitu kontrol negatif (tanpa perlakuan/P0), kontrol positif (diberikan aktivitas fisik berlebih dan aquades 2ml/P1), dan perlakuan (diberikan ekstrak kacang merah 650 mg/200gBB dan aktivitas fisik berlebih/P2). Tikus direnangkan selama 45 menit setiap hari untuk memperoleh kondisi stress oksidatif. Data dianalisa dengan uji beda one way anova. Hasil penelitian menunjukkan kadar MDA pretest pada kelompok P0, P1 dan P2 secara berturut-turut adalah 69,70±0,52 mmol/L; 70,12±0,54 mmol/L dan 69,59±0,51 mmol/L. Kadar MDA posstest pada masing-masing kelompok adalah 69,66±0,27 mmol/L; 90,08±0,20 mmol/L dan 62,85±0,50 mmol/L. terdapat perbedaan rerata kadar MDA posttest yang signifikan antar kelompok (p<0,01). Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak kacang merah (Phaseolus vulgaris L) mampu menurunkan kadar malondialdehid darah tikus putih (Rattus norvegicus) jantan dengan aktivitas fisik berlebih.
Kata Kunci: Ekstrak kacang merah, tikus, aktivitas fisik berlebih, MDA, stress oksidatif
