Pengaruh Temperatur Operasi Terhadap Fuel Convertion Rate Insinerator Fluidized Bed Dengan Bed Material Pasir Besi
Abstract
Abstraki
Limbah medis yang akhir-akhir ini meningkat jumlahnya dikarenakan penanganan pandemi Coronavirus Disase sudah menjadi isu lingkungan yang serius, dan diperlukan metode penanganan limbah yang tepat. Teknologi terbaik dalam pengolahan dan meminimalisir jumlah aliran limbah pada saat ini adalah dengan teknologi insinerator. Pembakaran pada suhu tinggi, yang terjadi di insinerator selain dapat mengurangi volume, juga bisa mengurangi sifat infeksius dari limbah medis. Reaktor yang digunakan pada penelitian kali ini merupakan reaktor dengan jenis fluidized bed dengan pasir besi sebagai bed material sehingga dapat mengurangi emisi gas buang yang dianggap berbahaya dari hasil pembakaran limbah medis. Menerapkan metode studi eksperimental, penelitian ini ditujukan agar dapat mengetahui pengaruh dari temperatur operasi terhadap laju konversi bahan bakar. Adapun variasi temperature operasi yang digunakan yaitu 500°C; 550°C; 600°C; dan 650°C. Hasil dari penelitian ini adalah temperatur operasi 650°C memiliki nilai konversi bahan bakar tertinggi yaitu 1,655kg/jam. Hal ini menunjukkan semakin tinggi temperatur operasi, semakin baik pembakaran yang terjadi pada proses insinerasi.
Kata Kunci: Insinerasi, Limbah Medis, Pasir Besi, Laju Konversi Bahan Bakar, Temperatur