“Ephemeralization” dalam Pelaksanaan Upacara Perkawinan Adat Bali
Abstrak
Pada sepuluh tahun terakhir ada fenomena baru dalam pelaksanaan upacara perkawinan adat Bali. Fenomena itu tampak pada penyederhanaan, penggunaan agen, dan tenaga profesional, sehingga disebut ephemeralization. Artikel ini membahas bentuk pemikiran dan implikasi ephemeralization pada upacara perkawinan adat Bali. Data dikumpulkan dengan wawancara penganten dan tenaga profesional. Observasi di Taman Bhuana Prakerti, Desa Beng, Gianyar dan Desa Muncan, Karangasem serta media sosial. Dokumentasi berupa foto pelaksanaan upacara dan studi pustaka berupa buku-buku. Teori yang digunakan adalah teori ephemeralization. Hasil pembahasan, bentuk pemikiran ephemeralization pada upacara perkawinan adat Bali awalnya mendapatkan penolakan, namun perlahan-lahan semakin diminati, karena lebih praktis, efisisen dan ekonomis. Bentuk ephemeralization berupa membeli sarana upacara dan menggunakan tenaga profesional. Pemikiran ini berimplikasi pada waktu ngayah dapat dikurangi, sehingga lebih efektif dan biaya perkawinan, menjadi lebih murah dan hemat.
Kata kunci: ephemeralization, bentuk upacara, perkawinan adat Bali
##plugins.generic.usageStats.downloads##
Referensi
Carlson, Richard. (2019). Jangan Membuat Masalah Kecil Jadi Masalah Besar. Jakarta: Gramedia Pustaka
Cumberland, Nigel. (2019). 100 Kebiasaan Orang Sukses. Jakarta: Gramedia Pustaka
David & Johan Stillman. (2019). Generasi Z, Memahami Karakter Generasi Baru yang Akan Merubah Dunia Kerja. Jakarta: Gramedia Pustaka
Gratzon, Fred. (2018). Malas Tapi Sukses. Tangerang Selatan: Gemilang
Kartini, Kartono. (2013). Patologi Sosial, Jilid 1. Jakarta: Raja Grafindo Persada
Kasali, Rhenald. (2019). Sentra, Membangun Kecerdasaran dan Kemampuan Anak Sejak Usia Dini, Demi Masa Depan yang Cemerlang. Jakarta Selatan: Mizan
Kasali, Renald. (2019a). The Great Shifting. Jakarta: Gramedia Pustaka
Manson, Mark. (2020). Everythink is F*cked, Segala-galanya Ambyar, sebuah Buku Tentang Harapan. Jakarta: PT. Gramedia Widiasarana Indonesia
Masuno, Shunmyo. (2019). Seni Hidup Bersahaja. Jakarta: Gramedia
Maxwell, John. C. (2019). The Maxwell Daily Reader. Jakarta: PT. Buana Ilmu Populer
Ong, Susy. (2019). Seikatsu Kaizen, Reformasi Pola Hidup Jepang, Panduan Menjadi Masyarakat Unggul dan Modern. Jakarta: Elex Media Komputindo
Osho. (2008). Emotional Learning, Belajar Efektif Mengelola Emosi: Mengubah Ketakutan, Kemarahan dan Kecemburuan Menjadi EKreatif. Yogyakarta: Baca
Pantzar, Katja. (2019). Finding Sisu, Hidup Sehat dan Seimbang ala Orang Finlandia. Jakarta: Gramedia.
Radar Bali. 2020. (https://radarbali.jawapos.com/read/2020/01/21/175809/bali-ranking-i-se-indonesia-dengan-penduduk-alami-gangguan-mental, diakses 1 Maret 2020).
Ranganathananda, Swami. (2012). Pesan Universal Bhagawad Gita. Jakarta: Media Hindu
Ritzer, G. & Goodman, Douglas. (2008). Teori Sosiologi Modern. Kencana: Jakarta
Simanjuntak, De. (2019). Intisari Taktik Perang Sun Tsu, Senjata Rahasia Menaklukan Tantangan Hidup dan Meraih Kesuksesan Diri. Yogyakarta: Andaliman Books
Sivananda, Sri Swami. (2003). Intisari Ajaran Hindu. Surabaya: Paramita
Suratman, dkk. (2014). Ilmu Sosial dan Budaya Dasar. Malang: Intimedia
Wididana, I Gusti Ketut. (2015). Banten Siap Saji. Denpasar: Bali Post
Windia, Wayan P. (2019). Menata Perkawanan Sebelum Perkawinan. Denpasar: Swasta Nulus
Facebook/swalayanupakara, diakses: 1 Oktober 2019
https://baliberkarya.com/index.php/read/2018/06/08/201806080009/Lowongan-Kerja-Hotel-Balquisse-Heritage-39Cantumkan-Non-Hindu39-Didesak-39Proses-Hukum39.html, diakses: 1 Oktober 2019

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.