Modal Budaya Guru Yoga Lokal Menghadapi Persaingan Global dalam Pariwisata Yoga di Bali
Abstrak
Pariwisata yoga di Bali telah berjalan dari tahun 1980-an hingga saat ini, awalnya diciptakan oleh para guru yoga di luar negeri. Namun, pada tahun 2000-an, guru yoga lokal Bali mulai muncul dan ikut bersaing dengan guru yoga luar negeri. Artikel ini mengkaji kemampuan guru yoga lokal dalam bersaing melawan guru yoga asing dalam bisnis pariwisata yoga. Analisis difokuskan pada modal budaya yang dimiliki oleh guru yoga lokal Bali dan peran modal budaya dalam persaingan bisnis pariwisata yoga. Data dikumpulkan dengan studi literatur, observasi non-partisipatif, wawancara mendalam, dan survei. Data itu dianalisis dengan teori habitus dan teori perencanaan produk. Artikel ini menyimpulkan bahwa modal budaya unik yang dimiliki oleh guru yoga Bali adalah bekal bagi mereka untuk menghadapi persaingan dalam bisnis pariwisata yoga yang akhirnya menjadi cara bagi mereka untuk melestarikan modal budaya itu.
Kata Kunci: pariwisata yoga, modal budaya, keunikan yoga Bali
##plugins.generic.usageStats.downloads##
Referensi
Aggarwal, A., Guglani, M., & Goel, R. (2008). Spiritual & Yoga Tourism: A casestudy on experience of Foreign Tourists visiting Rishikesh, India. Conference in Tourism in India-Challenges Ahead. Retrieved from http://dspace.iimk.ac.in/handle/2259/588.
Ariyani, N. I., Demartoto, A., & Zuber, A. (2015). Habitus Pengembangan Desa Wisata Kuwu: Studi Kasus Desa Wisata Kuwu Kecamatan Kradenan Kabupaten Grobogan. Jurnal Analisa Sosiologi, 4(2).
Bhavanani, A. (2017). Yoga in Contemporary India: an Overview. Yoga Life, 48, 1–15.
BPS. (2020). BPS Provinsi Bali. Retrieved from http://bali.bps.go.id/tabel_detail_eng.php?ed=611008&od=11&id=11.
Cakapane. (2012). Sejarah Rsi Markendya. http://cakepane.blogspot.com/2012/12/sejarah-rsi-markadeya.html. Diakses 23 Pebruari 2020, pukul 12.00 Wita.
Dinas Pariwisata Provinsi Bali. (2019). Statistik Wisman tahun 2018. Dinas Pariwisara Provinsi Bali. https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004.
Lee, K. J., Dunlap, R., & Edwards, M. B. (2014). The Implication of Bourdieu’s Theory of Practice for Leisure Studies. Leisure Sciences, 36(3), 314–323. https://doi.org/10.1080/01490400.2013.857622.
Maddox, C. B. (2015). Studying at the source: Ashtanga yoga tourism and the search for authenticity in Mysore, India. Journal of Tourism and Cultural Change, 13(4), 330–343. https://doi.org/10.1080/14766825.2014.972410.
Mallinson, J. (2012). Early Ha thayoga. Tanpa Tempat dan Nama Penerbit.
Mylonopoulos, D., Moira, P., & Parthenis, S. (2019). Pilgrimages through time and space. The case of Marian Pilgrimages in Greece. International Journal of Religious Tourism and Pilgrimage, 7(4), 97–105.
Nala, Ngurah. (2006). Aksara Bali dalam Usada. Surabaya: Paramita.
Peraturan Daerah Tentang Kepariwisataan Budaya. (2012). In Pemerintah Provinsi Bali.
Ritzer, G., & Smarth, B. (2014). Handbook Teori Sosial. Bandung: Nusa Media.
Seaton, A.V dan M.M. Bennett. (1996). Marketing Tourism Products; Concepts, Issues, Cases. London: Thomson Business Press.
Sirirat, P. (2019). Spiritual tourism as a tool for sustainability: A case study of Nakhon Phanom province, Thailand. International Journal of Religious Tourism and Pilgrimage, 7(3), 97–111.
Sutarya, I. G. (2016). Spiritual Healing dalam Pariwisata Bali : Pengembangan, dan Kontribusi. Udayana.
Sutarya, I. G. (2018). Agen Budaya dan Pemasaran: Peran Ganda Jaringan Perguruan Spiritual dalam Promosi Wisata Spiritual di Bali. Kajian Bali, 08(01).
Trimurti, C. P., & Utama, I. G. B. R. (2019). an Investigation of Tourism Motivation and Tourist Attraction of Tourists To Bali. Jurnal Manajemen Dan Kewirausahaan, 21(2), 130–133. https://doi.org/10.9744/jmk.21.2.130-133.
Udayana, A. A. G. B. (2017). Marginalisasi Ideologi Tri Hita Karana Pada Media Promosi Pariwisata Budaya Di Bali. Mudra Jurnal Seni Budaya, 32(1), 110–122. https://doi.org/10.31091/mudra.v32i1.4.
Utama, I. G. B. R. (2016). Keunikan Budaya dan Keindahan Alam sebagai Citra Destinasi Bali menurut Wisatawan Australia Lanjut Usia. Jurnal Kajian Bali: ISSN: 2088-4443, 06(April), 149–172. Retrieved from http://ojs.unud.ac.id/index.php/kajianbali/article/view/19904.
Utama, I. G. B. R. (2017). Tourism Destination Image of Bali According to European Tourist. 134(Icirad), 27–31. https://doi.org/10.2991/icirad-17.2017.6.
Warren, K. (2017). The Maturing Industry. Wealth, Waste, and Alienation, 3(40), 25–76. https://doi.org/10.2307/j.ctt6wrcrh.8.
World Travel Organization. (2019). International Tourism Highlights International tourism continues to outpace the global economy. 1–24. https://doi.org/https://www.e-unwto.org/doi/pdf/10.18111/9789284421152?download=true.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.