Pemberdayaan Modal Sosial sebagai Model Pencegahan Radikalisme untuk Menciptakan Harmoni Sosial di Bali
Abstrak
Penyebaran radikalisme telah merusak tatanan kehidupan sosial, budaya, ekonomi, dan keharmonisan antarumat beragama di Bali. Pelaku pengeboman di Bali tahun 2002 dan 2005 dilakukan oleh orang-orang yang terpapar radikalisme, dan tindakannya tidak saja membunuh orang-orang tak berdosa tetapi juga menghancurkan hubungan inter-etnik yang harmonis di Bali. Artikel ini menganalisis bagaimana bentuk pemberdayaan modal sosial sebagai model pencegahan paham radikal untuk menciptakan harmoni sosial di Bali. Data diambil kepada tokoh agama dan masyarakat melalui observasi, wawancara, dan dokumen terkait radikalisme, terorisme, dan intoleransi di Bali. Data dianalisis secara kualitatif dan dikaji menggunakan teori praktik sosial. Hasil kajian ini menunjukkan modal sosial dalam peningkatan solidaritas keberagaman, modal sosial dalam peningkatan relasi sosial, dan modal sosial dalam peningkatan nilai spiritual. Modal sosial ini sebagai model dalam pencegahan radikalisme di Bali.
##plugins.generic.usageStats.downloads##
Referensi
Aryana, I.G.M. (2017). Kuasa di balik harmoni: Etnografi Kritis Relasi Etnis Tionghoa dan Etnis Bali di Desa Pupuan, Tabanan, Bali. Jurnal Kajian Bali, 7(1): 1–16.
Asrori, A. (2015). Radikalisme di Indonesia: Antara Historisitas dan Antropisitas. Kalam: Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam, 9(2): 253–268.
Badung. (2018). Badung Role Model Kerukunan Umat Beragama. https://badungkab.go.id/instansi/balitbang/baca-berita/1843/Badung-Role-Model-Kerukunan-Umat-Beragama.html (Diakses 22 November 2019).
Bourdieu, P. (2015). Arena Produksi Kultural: Sebuah Kajian Sosiologi Budaya. Bantul: Kreasi Wacana.
Bourdieu, P. (1992). An Invitatiton to Reflexive Sociology. Chicago: The University of Chicago Press.
Bourdieu, P. (1991). Languageand Symbolic Power. Cambridge: Polity Press.
Bourdieu, P. (1990). The Logic of Practice. Palo Alto: Stanford University Press.
Creswell, John W. (2018). 30 Keterampilan Esensial untuk Peneliti Kualitatif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Creswell, John W. (2019). Research Design, Pendekatan Metode Kualitatif, Kuantitatif, dan Campuran. Edisi Keempat. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Damayana, I.W. (2011). Menyama Braya: Studi Perubahan Masyarakat Bali. Salatiga: Fakultas Teologi, Universitas Kristen Satya Wacana.
Field, J. (2014). Modal Sosial. Bantul: Kreasi Wacana.
Gamar, R. (2017). Liburan di Bali, Raja Salman Diperkirakan Keluarkan Dana Ratusan Miliar Rupiah. regional.kompas.com, https://regional.kompas.com/read/2017/03/13/14582581/liburan.di.bali.raja.salman.diperkirakan.keluarkan.dana.ratusan.miliar.rupiah (Diakses 4 Agustus 2019).
Halim, Abdul dan Adnan, Abdul Mujib. (2018). " Problematika Hukum dan Ideologi Islam Radikal (Studi Bom Bunuh Diri Surabaya)", Jurnal Studi dan Penelitian Hukum Islam, 2(1): 31–61.
Halim, Devina. (2019). Kaleideskop 2019: Sejumlah Teror yang Mengguncang Indonesia, Bom Bunuh Diri hingga Penusukan Wiranto. : https://nasional.kompas.com/read/2019/12/25/07485601/kaleidoskop-2019-sejumlah-teroryang-guncang-indonesia-bom-bunuh-diri-hingga?page=all (Diakses 3 Desember 2019).
Hamdi, I. (2017). Wahid Foundation: Lebih 60 Persen Aktivis Rohis Siap Jihad. Tempo.co, https://nasional.tempo.co/read/847299/wahid-foundation-lebih-60-persen-aktivis-rohis-siap-jihad (Diakses 3 Oktober 2019).
Hamdi, S. 2019. "De-Kulturalisasi Islam dan Konflik Sosial dalam Dakwah Wahabi di Indonesia", Kawistara, 9(2): 164–178.
Irawanto, B. dan Octastefani, T. (2019). "Film Dokumenter sebagai Katalis Perubahan Sosial Studi Kasus Ambon, Aceh, dan Bali", Jurnal Kawistara, 9 (1): 107–119.
Jainuri, A. (2016). Radikalisme dan Terorisme: Akar Ideologi dan Tuntutan Aksi. Malang: Intrans Publishing.
Jenkins, R. (2016). Membaca Pikiran Pierre Bourdieu. Bantul: Kreasi Wacana.
Junaedi, I Wayan Ruspendi dan Waruwu, Dermawan. (2016). Kepemimpinan dan Transformasi Ekonomi: Kajian Desa Blimbingsari. Denpasar: Pustaka Larasan.
Kosim, M. (2006). Pesantren dan Wacana Radikalisme. Jurnal Karsa, 9(1): 842 - 853.
Koswara, V.D. (2009). Sains dan Teknologi 2: Berbagai Ide untuk Menjawab Tantangan & Kebutuhan oleh Ristek. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Kusmanto, Thohir Yuli dkk. (2015). Dialektika Radikalisme dan Anti Radikalisme di Pesantren. Jurnal Walisongo, 23(1): 27 - 50.
Laisa, Emna. (2014). Islam dan Radikalisme. Islamuna: Jurnal Studi Islam, 1(1): 1–18.
Misrawi, Z. (2010). Pandangan Muslim Moderat: Toleransi, Terorisme, dan Oase Perdamaian. Jakarta: PT. Kompas Media Nusantara.
Mustofa, I. (2012). Terorisme: Antara Aksi dan Reaksi (Gerakan Islam Radikal sebagai Respon terhadap Imperialisme Modern). Religia, 15(1): 65–87.
Naharong, Abdul Muis. (2013). Terorisme Atas Nama Agama. Refleksi, 13(5): 593–622.
Persada, S. (2019). Setara Institut: Intoleransi Terhadap Keyakinan Meningkat, https://nasional.tempo.co. Available at: https://nasional.tempo.co/read/1118802/setara-institut-intoleransi-terhadap-keyakinan-meningkat/full&view=ok (Diakses 22 November 2019).
Pujaastawa, I.B.G. (2011). "Perlawanan terhadap Hegemoni Penguasa dan Pengusaha di Bali. Pilar yang Rapuh Bali yang Runtuh. Nyoman Putrawan (Editor). Denpasar: PT. Pustaka Manikgeni.
Putra, I Nyoman Darma. 2011. Politik Identitas dalam Teks Sastrawan Bali. Jurnal Kajian Bali, 1(1):124–151.
Putra, I Nyoman Darma. (2014). Puja Mandala: an invented icon of Bali's religious tolerance?, dalam Brigitta Hauser-Schaublin and David D. Harnish (eds.) Between harmony and discrimination: negotiating religious identities within majority-minority relationships in Bali and Lombok, pp. 330-353. Leiden: Brill.
Putra, I Nyoman Darma. dkk. (2017). Denpasar Heritage Track: Revitalisasi Paket Wisata Denpasar City Tour. Jurnal Kajian Bali, 7(2): 39–58.
Raditya, Iswara N. (2019). Kronologi & Sejarah Bom Bunuh Diri di Indonesia: Bali Hingga Medan. https://tirto.id/kronologi-sejarah-bom-bunuh-diri-di-indonesia-bali-hingga-medan-elAt (Diakses 29 Agustus 2019).
Ramadhan, Shodiq. (2012). Tokoh Hindu Bali Ini Pernah Fitnah Islam Sebagai Penyebar Virus HIV di Bali. http://voa-islam.com/read/suaraislam/2012/10/30/21453/tokoh-hindu-bali-ini-pernah-fitnah-islam-sebagai-penyebar-virus-hiv-di/#sthash.7iiqPQ9P.dpbs (Diakses 23 Desember 2019).
Ratna, N.K. (2008). Postkolonialisme Indonesia: Relevansi Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Ruslan, Indrus. (2015). Islam dan Radikalisme: Upaya Antisipasi dan Penanggulangannya. Kalam: Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam, 9(2): 215-232.
Sairini, Weineta D. (2006). Kerukukan Umat Beragama Pilar Utama Kerukunan Berbangsa. Jakarta: BPK Gunung Mulia.
Sari, H.P. (2019). Surya Paloh: Radikalisme Ada di Mana-mana, Jangan Bilang Tak Ada. Available at: https://nasional.kompas.com/read/2019/08/14/20144971/surya-paloh-radikalisme-ada-di-mana-mana-jangan-bilang-tak-ada (Diakses, 22 November 2019).
Sartika, R. (2019). Hari Ini dalam Sejarah: Tragedi Bom Bali I Renggut 202 Nyawa, https://www.kompas.com. Available at: https://www.kompas.com/tren/read/2019/10/12/063000665/hari-ini-dalam-sejarah--tragedi-bom-bali-i-renggut-202-nyawa?page=all (Diakses 22 November 2019).
Satori, Djam'an dan Komariah, Aan. (2010). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Siagian, B.D.O. (2020). Ancaman Nyata Radikalisme Melalui Dunia Maya Terhadap Keamanan Nasional Indonesia. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Simon, R. (2004). Gagasan-Gagasan Politik Gramsci. Yogyakarta: INSIST bekerjasama dengan Pustaka Pelajar.
Sinaga, Obsatar dkk. (2018). Terorisme Kanan Indonesia, Dinamika dan Penanggulangannya. Jakarta: Elex Media Komputindo.
Suarjaya, I Wayan. (2015). Kepemimpinan Hulu Apad Desa Pakraman Tinggan Ditinjau dari Sistem Demokrasi Pancasila. Jurnal Kajian Bali, 5(2): 285-308.
Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta.
Suhardana, KM. (2011). Intropeksi Diri: Bahan Kajian Koreksi Diri Umat Hindu. Surabaya: Paramita.
Suriastini, Ni Wayan. (2011). Strategi Bertahan Hidup Rumah Tangga Setelah Serangan Teroris: Pelajaran Dari Tragedi Bom Bali. Jurnal Sosiohumaniora, 13(3): 298–314.
Suryana, Dayat. (2012). Bali: Bali dan Sekitarnya. California: Create Space Independent Publishing Platform.
Suryawan, N. (2017). "Kearifan lokal sebagai modal sosial dalam integrasi antara etnik Bali dan etnik Bugis di Desa Petang, Badung, Bali", Jurnal Kajian Bali, 7(1): 17–32.
Suwardani, Ni Putu. (2015). Pewarisan Nilai-nilai Kearifan Lokal untuk Memproteksi Masyarakat Bali dari Dampak Negatif Globalisasi. Jurnal Kajian Bali, 5(2): 247-264.
Takwin, B. (2009). Filsafat Timur: Sebuah Pengantar ke Pemikiran-pemikiran Timur. Yogyakarta: Jalasutra.
Wedakarna, I Gusti Ngurah Arya. (2018). Wedakarna Minta Generasi Milinial Tidak Melupakan Aksi Kaum Radikal di Bom Bali I dan II. http://vedakarna.net/?p=1617 (Diakses 24 November 2019).
Wahid, A. dan Ikeda, D. (2011). Dialog Peradaban untuk Toleransi dan Perdamaian. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Waruwu, Dermawan. (2017). Kawasan Puja Mandala Wujud Kearifan Lokal dan Destinasi Wisata Spiritual dalam Pengembangan Model Toleransi di Indonesia. Jurnal Vidya Samhita, 3(1): 15–25.
Waruwu, Dermawan. (2018). Bawomataluo Destinasi Wisata Nias Pulau Impian. Yogyakarta: Deepublish.
Waruwu, Dermawan and Mudana, I Gede. (2018). Counter-Hegemony in the Development of Bawomataluo Tourist Destination, Nias Selatan, Sumatera Utara. E-Journal of Cultural Studies, 11(2): 1–8.
Widyastuti, Ni Kadek, dkk. (2017). Pariwisata Spiritual: Daya Tarik Wisata Palasari Bali. Denpasar: Pustaka Larasan.
Yunus, M. (2017). Implementasi Nilai-Nilai Toleransi Beragama pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (Studi pada SMP Negeri 1 Amparita, Kec. Tellu Limpoe, Kab. Sidrap. Jurnal Al-Ishlah: Jurnal Pendidikan Islam, 15(2): 166–187.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.