Unsur-unsur Pengetahuan Sosial dalam Cerita Rakyat Bali Aga dan Buku Pelajaran Sekolah Dasar Zaman Kolonial Belanda

  • Ida Ayu Laksmita Sari Universitas Udayana
##plugins.pubIds.doi.readerDisplayName## https://doi.org/10.24843/JKB.2019.v09.i02.p11

Abstrak

Artikel ini menganalisis unsur-unsur pengetahuan sosial dan faktual dalam cerita rakyat Bali Aga dan dalam buku-buku teks sekolah dasar dari periode kolonial Belanda. Analisis ini berfokus pada bagaimana teks naratif yang biasanya dianggap sebagai fiksi, ternyata juga mengekspresikan pengetahuan sosial dan informasi faktual tentang sosial dan budaya. Objek penelitian ini adalah cerita rakyat Bali Aga yang diterbitkan dalam bentuk buku pada tahun 1987 dan teks eksposisi dan cerita pendek termasuk buku teks sekolah yang diterbitkan pada tahun 1910-an. Dari dua buku data, 10 teks dipilih untuk pembahasan. Data dianalisis dengan teori retorika dan analisis isi (content analysis) yang memfokuskan kajian pada isi daripada struktur teks. Artikel ini menyimpulkan bahwa cerita rakyat, cerita pendek, dan bentuk genre fiksi lainnya ternyata kaya akan pengetahuan umum tentang kehidupan sosial dan budaya dan deskripsi tentang hal-hal faktual seperti yang biasa diungkapkan dalam teks eksposisi. Dengan demikian, seperti genre teks eksposisi, teks naratif tidak hanya menyampaikan cerita tetapi juga menyampaikan ragam pengetahuan umum yang terkait dengan masyarakat yang memiliki cerita tersebut.


Kata kunci: bahasa Bali, teks narasi, teks eksposisi, fakta dan fiksi, content analysis

##plugins.generic.usageStats.downloads##

##plugins.generic.usageStats.noStats##

Referensi

Bunanta, Murti. 2015. “Memilah, Memilih, dan Memanfaatkan Penelitian Cerita Rakyat Anak dan Remaja.” dalam Pudentia MPSS (ed). Metodologi Kajian Tradisi Lisan. Jakarta: Asosiasi Tradisi Lisan, hlm. 363—373.

Citraningtyas, Clara Evi. 2015. “Indonesian Folktales in The Past, Present, and Future: Are We Reluctant to Change?” dalam Resti Nurfaidah (ed). Sastra Kita: Kini, Dulu, dan Nanti. Bandung: Unpad Press, hlm. 122—131.

Damono, Sapardi Djoko. 2011. Sosiologi Sastra. Jakarta: Editum

Danandjaja, Djames. 1995. “A Comparative Study of Japanese and Indonesian Folklores”, Southeast Asian Studies, Vol. 33, No.3, December 1995, hlm. 202—214.

Dananjaya, James. 1986 [2007]. Folklor Indonesia, Ilmu Gosip, Dongeng, dan lain-lain. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.

Keraf, Goris, 1982. Argumentasi dan Narasi. Jakarta: Gramedia.

Keraf, Goris. 1981. Eksposisi dan Deskripsi. Ende Flores: Nusa Indah.

Kleden, Ignas. 2004. Sastra Indonesia dalam enam Pertanyaan; Esai-esai Sastra dan Budaya. Jakarta: Garfiti/Freedom Institut.

Morse, Ronald A. 1990. Yanagita Kunio and the folklore movement: the Search for Japan’s National Character and Distintiveness. New York: Garland Pub.

Nuria, Halida. 2013. “Kekerasan Orang Tua Terhadap Anak dalam Cerita Rakyat Tolire Gam Jaha Dari Ternate”. Tesis Prodi Magister Kajian Budaya Pascasarjana Universitas Udayana.

Parmini, Ni Putu. 2015. Eksistensi Cerita Rakyat dalam Pendidikan Karakter Siswa SD di Ubud”, Jurnal Kajian Bali Vol. 5, No. 2, November, pp. 441-460.

Pasek, I Made. 1918. Aneka Warna Tjakepang Kaping Kalih Papaosan Bali Kesoerat Antoek Akasara Belanda. Batavia: Landsdrukkerij

Pollard, Nani. 2016. “Pengajaran Bahasa Indonesia untuk Pembelajar Asing melalui Cerita Tradisi Lisan”. (Sumber: https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=1 &cad=rja&uact=8&ved=0ahUKEwim6pf4idTNAhUMqY8KHdNUBRIQFggeMAA&url=http%3A%2F%2Fwww.ialf.edu%2Fkipbipa%2Fpapers%2FNaniPollard.doc&usg=AFQjCNHZDB1xfLZDf2Ur56vtJ-XIvnVYxg, diakses 02-07-2016).

Putra, I Nyoman Darma. 2019. “Nusantara Bertutur Arah Baru Tradisi Dongeng Indonesia”, makalah dalam seminar “Literasi Pembentukan Karakter Anak Melalui Dongeng” di auditorium Redha Gunawan Kampus IKIP PGRI Bali, Denpasar, 29 Maret 2019.

Rata, Ida Bagus, dkk. 1987. Cerita Rakyat Bali Desa Tenganan, pedawa, Tigawasa. Denpasar: Dinas Kebudayaan provinsi Bali.

Reuter, Thomas A. 2005. Custodians of The Sacres Mountains: Budaya dan Masyarakat di Daerah Pegunungan Bali. Jakarta: Yayasan obor Indonesia.

Reuter, Thomas. 2002. Custodians of the Sacred Mountains: Culture and Society in the Highlands of Bali. Honolulu: University of Hawai’I Press.

Santoso, Romin Adi, Dwi Sunaryono, dan Isye Arieshanti. 2013. “Rancang Bangun Aplikasi Buku “Dongeng” - Kumpulan Cerita Rakyat Interaktif Berbasis iOS”, Jurnal Teknik Pomits Vol. 2, No. 2, pp. A-407-A412.

Sari, Ida Ayu Laksmita. 2016. “Memperhalus Cerita Rakyat untuk Pembentukkan Karakter: Kajian atas Narasi Kekerasan dalam. Cerita Rakyat Bali dan Jepang”, dalam I Made Suastika dkk. (ed) Tradisi Lisan sebagai Kearifan Lokal, Nilai Budaya, dan Pendidikan Karakter, pp. 145-151. Denpasar: Pustaka Larasan.

Simpen AB, Wayan. 1986. “Catur Desa: Tigawasa, Sidatapa, Pedawa, Cempaga” dalam Laporan Penelitian Fakultas Sastra Universitas Udayana.

Suaka, I Nyoman. 2018. “Refleksi Kekerasan dalam Rumah Tangga dalam Cerita Rakyat Bali Tuwung Kuning: Analisis Feminisme”, Jurnal Kajian Bali, Vol. 8, No. 2, Oktober, pp. 63-84.

Suarka, I Nyoman dan AA Gede Bawa. 2018. “Cerita Klasik “Tantri Kamandaka” sebagai Sumber Ekonomi Kreatif”, Jurnal Kajian Bali Vol. 8, No. 1, April, pp. 181-200.

Teeuw, A. 1984. Sastra dan Ilmu Sastra: Pengantar Teori Sastra. Jakarta: Dunia Pustaka Jaya.

Wijana, Dewa Putu. 2004. “Cerita Rakyat dari Bali: Beberapa Kejanggalan Linguistik”, Humaniora, Vol. 16, No. 1, Februari, pp. 88 – 95.
Diterbitkan
2019-10-30
##submission.howToCite##
LAKSMITA SARI, Ida Ayu. Unsur-unsur Pengetahuan Sosial dalam Cerita Rakyat Bali Aga dan Buku Pelajaran Sekolah Dasar Zaman Kolonial Belanda. Jurnal Kajian Bali (Journal of Bali Studies), [S.l.], v. 9, n. 2, p. 499–520, oct. 2019. ISSN 2580-0698. Tersedia pada: <http://103.29.196.112/index.php/kajianbali/article/view/53760>. Tanggal Akses: 04 mar. 2026 doi: https://doi.org/10.24843/JKB.2019.v09.i02.p11.