Teluk Benoa dan laut Serangan Sebagai “laut peradaban” di Bali
Abstrak
Studi ini bertujuan untuk mengungkapkan jaringan perdagangan dan dinamika sejarah maritim di perairan Bali terutama pada abad ke-19. Ada suatu aspek yang menarik dalam studi sejarah maritim di Bali yaitu pentingnya kawasan laut Teluk Benoa yang menjadi pintu masuk ke Bali sejak beberapa abad yang lalu. Kawasan Teluk Benoa yang berhadapan langsung dengan Samudra Hindia juga berhubungan dengan Selat Lombok dan Selat Bali yang menjadi entripoint perdagangan laut antara Asia dan Australia. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dan metode etnografis. Metode sejarah dan etnografis digunakan untuk membahas dinamika budaya maritim pada masyarakat kawasan Teluk Benoa dan Perairan Bali. Hasil penelitian menunjukkan kawasan Teluk Benoa menjadi arena interaksi budaya yang melahirkan budaya campuran (mestizo) yang menghasilkan suatu adat istiadat yang berbeda dengan wilayah lainnya. Terjadinya silang budaya dan kontak-kontak peradaban yang menempatkan wilayah ini sebagai wilayah yang khas atau zona khusus di luar wilayah Islamisasi sebagai Laut Peradaban.
##plugins.generic.usageStats.downloads##

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.